Skip to main content

Tanggal Gerhana Bulan di Tahun 2019


Fenomena gerhana bulan merupakan fenomena yang jarang terjadi di suatu wilayah di bumi. Fenomena gerhana bulan ini adalah fenomena tertutupnya bulan oleh bayangan dari bumi sehingga bulan akan nampak terkikis hingga akhirnya hilang seperti tidak terlihat lagi.

Fenomena gerhana bulan ini terjadi jika posisi bulan, bumi, dan matahari berada tepat pada satu garis lurus. Dan posisi yang unik ini tidak terus - terusan terjadi namun hanya beberapa kali atau setiap periode saja. Gerhana bulan ini mempunyai beberapa jenis diantaranya.
  • Gerhana Bulan Total atau Seluruh
Gerhana bulan jenis ini terjadi apabila bulan berposisi tepat di tengah umbra. Umbra adalah bayangan inti tepatnya di bagian tengah bayangan gelap ketika sedang terjadi gerhana bulan. Gerhana total ini ada dua tipe yaitu gerhana bulan total negatif yang terjadi jika posisi bulan ada di atas NTT sehingga warnanya menjadi merah tapi tidak merata dan gerhana bulan total positif yang terjadi jika melalui titik umbra sehingga warnanya menjadi merah merata.
  • Gerhana Bulan Separuh atau Sebagian
Gerhana bulan jenis ini bisa terjadi jika hanya sebagian daerah bulan yang masuk ke daerah umbra sedangkan sebagian yang lain berada pada bayangan penumbra ketika mencapai fase maksimum. Fenomena ini menyebabkan sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan hanya sebagian saja sehingga kita hanya bisa melihat sebagian bentuk bulan.
  • Gehana Bulan Penumbra
Gerhana bulan penumbra terjadi jika posisi bulan ada di daerah penumbra. Hal ini menyebabkan bukan dapat terlihat tapi memiliki warna yang suram. Gerhana ini dibagi menjadi dua tipe yaitu gerhana penumbra sebagian dan gerhana penumbra total.

Baca juga : 5 Tips Menghasilkan Uang Dalam Perdagangan Saham Online

Cara Melihat Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Banyak orang yang sangat berantusias untuk dapat menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan ini pada saat terjadi gerhana bulan. Namun tahukah kamu bagaimana cara untuk melihat gerhana bulan ini dengan jelas? Setiap tahunnya.

Diperkirakan gerhana bulan dapat terjadi hingga sejumlah lima kali. akan tetapi, gerhana bulan total lebih jarang terjadi daripada gerhana bulan sebagian maupun penumbra. Apabila terjadi gerhana matahari, kita tidak boleh melihat dengan mata telanjang atau melihat secara langsung tanpa menggunakan alat pengaman.

Namun berbeda halnya dengan gerhana bulan. Pada saat melihat gerhana bulan, kita diperbolehkan melihat secara langsung atau dengan menggunakan mata telanjang tanpa menggunakan alat pengaman. Hal ini terjadi karena sinar dari bulan tidak mengandung radiasi kuat seperti yang dimiliki oleh matahari. Sehingga manusia yang ada di bumi bisa melihatnya dengan aman.

Ada cara- cara tertentu untuk dapat menikmati gerhana bulan ini agar terlihat jelas, yakni dengan menggunakan alat- alat tertentu. Alat yang dapat digunakan untuk melihat gerhana bulan ini agar terlihat jelas yaitu teropong dan juga teleskop. Dengan menggunakan teropong dan juga teleskop maka kita dapat lebih jelas melihat prosesi gerhana bulan ini.

Baca juga : Daftar Harga Mesin Stone Crusher Baru dan Bekas

Tanggal Gerhana Bulan di Tahun 2019

Salah satu gerhana bulan yang terjadi pada tahun ini dan bisa diamati dari Indonesia terjadi pada tanggal 17 juli 2019. Gerhana bulan parsial yang terjadi pada 17 Juli 2019, menjadi gerhana bulan terakhir di tahun 2019. Gerhana bulan ini terjadi dini hari, tepatnya mulai pukul 03.01 WIB sampai pukul 05.59 WIB. Gerhana bulan parsial yang terjadi pada 17 Juli 2019, menjadi gerhana bulan terakhir di tahun 2019.

Gerhana bulan parsial merupakan peristiwa langit yang terjadi saat sebagian wajah bulan masuk bayangan umbra atau bayangan gelap bumi. Ketika peristiwa ini terjadi, sekitar 65 persen wajah bulan terlihat berwarna merah, sedangkan sisanya terlihat putih seperti biasa. Meski terlihat di seluruh wilayah Indonesia, gerhana bulan parsial ini memang paling baik diamati di wilayah Indonesia bagian barat.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian tengah, puncak gerhana terjadi pukul 05.30 WITA di saat matahari sudah terbit. Apalagi di wilayah Indonesia bagian timur, pada pukul 06.30 WIT kemungkinan besar matahari sudah terbit dan langit sudah terang. Peristiwa gerhana bulan parsial ini dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, dengan mengamati melalui teleskop, pastinya akan lebih baik karena bulan akan lebih jelas terlihat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar