Skip to main content

Arti Ahad dan Minggu, serta Mana yang Lebih Tepat Dijadikan Sebagai Nama Hari?

Arti Ahad dan  Minggu, serta Mana yang Lebih Tepat Dijadikan Sebagai Nama Hari
Dalam kehidupan masyarakat, sebuah pembentukan kata pada awal biasa terdengar tidak enak, asing dan membingungkan. Tapi, lama kelamaan penggunaan kata tersebut yang sering dan menjadi kebiasaan, tidak lagi merasa asing didengarkan. Tidak peduli kata itu punya arti bagus atau jelek, bila banyak orang yang mengucapkannya, kata itu menjadi populer. Karena kebanyakan orang tidak mau ambil pusing dalam menanggapi sebuah kata, yang penting kata tersebut digunakan dan orang mengerti kata itu menunjukkan apa.

Pada tahun 1960 kata minggu yang digunakan sebagai nama hari saat ini tidak pernah ditemukan di kalender manapun. Nama hari yang digunakan adalah ahad. Tapi, mengapa ada perubahan nama hari tersebut, dari ahad menjadi minggu?. Inilah sebuah contoh kata baru yang awalnya asing menjadi populer, bahkan menghilangkan penggunaan kata sebelumnya, yaitu ahad.

Arti Ahad dan Minggu

Ahad merupakan bahasa arab yang diambil dari kata al-ahad, yang berarti hari kesatu, sedangkan kata minggu diambil dari bahasa portugis yaitu domingo, yang dalam bahasa latin disebut dies dominicus yang berarti ‘dia do senhor’ atau hari Tuhan kita.

Pada awal abad ke 20 kata yang sebelumnya dilogatkan oleh orang melayu dengan dominggu, sekarang berubah menjadi minggu. Dan bila orang memahami arti minggu tersebut, maka akan tahu apa yang dimaksud dengan Tuhan kita.

Mana yang lebih Tepat Dijadikan Nama Hari, Ahad atau Minggu?

Ahad kata yang tepat dijadikan sebagai nama hari, ketimbang kata minggu. Kata minggu yang dipakai sebagai nama hari, sebenarnya tidak nyambung. Jika saat ini penggunaan kata minggu merasa lebih tetap dan enak didengar, itu karena kebiasaan saja. Coba, kata minggu dihilangkan di semua kalender yang ada, dan digantikan dengan ahad sebagai awal hari, maka orang-orang akan terbiasa kembali menyebutkan kata ahad tersebut.

Bila menelisik hari-hari yang lain, itu dari bahasa yang sama. Berikut ke 7 hari tersebut:
1. Ahad (al-ahad = hari ke satu)
2. Senin (al-itsnayn = hari ke dua)
3. Selasa (al-tsalaatsa’ = hari ke tiga)
4. Rabu (al-arba’aa = hari ke empat)
5. Kamis (al-khamsatun = hari ke lima)
6. Jum’at (al-jumu’ah = hari ke enam atau hari berkumpul/berjama’ah)
7 Sabtu (as-sabat = hari ke tujuh)

Mulai dari ahad sampai sabtu, semua kerajaan di Indonesia menggunakannya, tanpa terkecuali dan apapun sesembahannya. Karena sudah terpola dengan baik dan nama-nama hari itu nyambung antara yang satu dengan yang lain. Bila dihitung menjadi sebuah angka, maka sangat teratur urutannya mulai dari 1-7, yang menunjukkan arti setiap penggunaan dari kata tersebut.

Lain halnya, jika dicermati kata minggu yang digunakan. Angka urutannya sudah tepat, ada 2,3,4,5,6 dan 7, kemudian minggu dijadikan untuk angka 1. Betul-betul tidak cocok dan tidak nyambung, karena minggu punya arti lain, bukan menunjukkan angka 1 atau hari ke 1.

Sekarang ini, walau kata minggu tidak tepat digunakan, namun faktanya sudah digunakan banyak orang dan menempel di setiap kalender yang ada. Hal ini sadar atau tidak sadar ada sebuah misi pengkaburan akidah. Pergantian kata ahad ke minggu, bukan sebuah peristiwa ketidaksengajaan. Memang ada yang merancangnya, supaya kata minggu tersebut dapat masuk di kalender-kalender, yang kemudian kata tersebut terus disebut-sebut oleh masyarakat Indonesia.

Kata ahad, selain digunakan untuk menunjukkan hari ke satu. Pengertian dalam sisi akidah menunjukkan sebuah keyakinan terhadap zat yang esa. Ahad mengingatkan bahwa Tuhan itu satu dan tidak ada Tuhan-Tuhan yang lainnya, yang wajib diimani. Sehingga, kata ahad semestinya menjadi kata yang tepat dan benar untuk disebut-sebut, yang salah satunya melekat pada sebuah nama hari untuk dapat diingat dan disebutkan oleh masyarakat.

Di sisi lain, kata minggu juga memiliki pengertian yang menunjukkan pemahaman akidah terhadap Tuhan. Tapi, persoalannya Tuhan yang bagaimana?

Baca juga: Menyorot Perayaan Valentine Days
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar