Skip to main content

Kehebatan Dan Nasib Guru Honorer

Kehebatan Dan Nasib Guru Honorer
Guru honorer adalah guru berstatus tidak tetap yang mengajar di sekolah, yang gajinya dihitung berdasarkan jam mengajar/les. Berkenaan gaji seorang guru honorer memang di kebanyakan sekolah saat ini masih sangat miris, bahkan sangat jauh dari UMR dan ada juga guru honorer yang mengajar secara suka rela.

Pada umumnya guru honorer didominasi oleh guru muda yang baru lulus kuliah atau baru menjadi sarjana. Walau pengalaman dalam mengajar masih kurang, namun dari segi ilmu, semangat dan energisitasnya sangat mumpungi bila dibandingkan guru senior atau guru yang berstatus PNS.

Baca juga: Bisa Bahaya! Jika Guru Melakukan Hal Ini Kepada Siswa

Pada bahasan ini, seorang guru honorer merupakan guru yang hebat, namun kehebatannya tidak memberikan nasib yang sama pada dirinya. Berikut ini kehebatan dan nasib guru honorer:

1. Guru honorer biasanya masih muda, single dan fresh graduate yang tahan banting. Semangatnya sangat luar biasa, banyak metode-metode pembelajaran yang dipraktekkan dalam mengajar. Persiapannya dalam mengajar tidak kalah dengan guru senior dan PNS, bahkan mereka sering harus keluarkan uang untuk melengkapi bahan alat sebagai media pembelajaran. Gaji yang miris tidak mengendorkan semangat mereka, karena ada nilai yang lebih berharga ketimbang segepok gaji.

2. Guru honorer setia mengabdi bertahun-tahun, dengan harapan bisa menjadi guru tetap, sertifikasi, dan sebagai batu loncatan menjadi PNS. Harapan tersebut masih dalam bentuk pertanyaan “Ga’ tahu sampai kapan?”.

3. Gajinya ada yang 300, 500 atau 700 ribu perbulan, itupun dibayar terkadang 3 bulan sekali bahkan lebih. Ternyata menjadi seorang guru, status itu sangatlah penting saat ini. Bila kemampuan dan mengajarnya juga sama dengan guru berstatus lebih tinggi, namun harga berupa gaji yang didapatkannya lebih kecil, emanglah itu nasib seorang guru honorer.

4. Guru honorer hebat sebab menjadi pesuruh guru yang senior, yang mampu membuat slide power point, juru ketik, pasang infokus, maklumlah guru seniornya pada Gaptek.

5. Nasib status yang belus jelas, harus siap sedia bila tiba-tiba dipecat, digantikan dengan guru PNS yang baru. Kedatangan guru PNS, tentu tidak bisa diprediksi kapan, tapi ketika ada selentingan kabar, seorang guru honorer sudah harus bersiap diri, setidaknya rela bila jam mata pelajarannya diambil sebagian.

6. Karena gaji yang tidak memadai, seorang guru honorer harus menyambi berjualan online, baik itu sebagai reseller atau bahkan buat online shopnya sendiri dengan jualan produk atau jasa, jualan pulsa, atau menjadi agen offline sebuah produk perusahaan (tupperware, MSI, dll)

7. Para guru honorer ketika sedang ngumpul bareng sering gosipin guru PNS. Merasa senasib dan seperjuangan, sering terjadi cinlok dan kemudian hingga melangsungkan ke jenjang pernikahan.

8. Guru honorer lebih disukai oleh murid-murid sebab mengajar lebih kreatif dengan media pembelajaran terkini. Karena usianya masih mudah, guru honorer lebih mudah mengaupgrade dirinya dengan perkembangan teknologi, sehingga penerapan penyampaian ilmu kepada para siswa jauh lebih mengena pada sasaran. Siswa adalah produk masa kini untuk disiapkan menuju manusia masa depan, sehingga pengajaran konvensional sudah banyak tidak relevan dengan manusia modern masa kini.

Menjadi guru honorer tidak perlu minder, karena banyak orang mencari kebahagiannya dengan menjadi seorang guru, bukan gaji yang menjadi ukuran pada dirinya. Di zaman modern ini, banyak cara untuk mendapatkan penghasilan melimpah. Manusia modern saat ini sudah tidak terlalu mempertimbangkan status pekerjaan pada dirinya. Yang terpenting, walau hanya seorang guru honorer, harus punya target. Misalnya, ditahun pertama, gimana caranya supaya memperoleh gaji 10 juta/bulan. Status memang honorer, tapi gaji seorang jutawan.

Baca juga: Google Pengganti Guru

Banyak cara yang bisa dilakukan, yang penting tahu caranya. Jangan nasib guru honorer menjadi batasan untuk berkarya dan berpenghasilan tinggi. Status yang dianggap rendah itu, yang terkadang dilekatkan dengan guru honorer, sekarang coba dihilangkan. Contoh, datang ke sekolah dengan mengendarai mobil, melanjut ke pendidikan yang lebih tinggi, dan lain sebagainya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar