Skip to main content

Hukum Membuat Jebakan Maling Dalam Islam

Sudah sewajarnya punya rumah, kebun, kendaran yang aman dari segala tindakan kejahatan maling. Maling bukan saja mencuri barang-barang yang ada, terkadang bisa melampaui batas dengan melukai yang punya rumah. Sangat mengkhawatirkan bila lingkungan tempat tinggal dan kebun yang dimiliki rawan dengan kemalingan.
diperbolehkan membuat jebakan maling

Banyak faktor maraknya maling berkeliaran, tapi yang jelas hal itu tentu menyebabkan kerisauan dan ketidaknyaman sebuah keluarga. Barang-barang yang dicuri tentu membuat gondok hati dan rasa emosi yang mendalam. Rasanya ingin lihat siapa tuh malingnya dan langsung memberi pelajaran, supaya jerah.

Maling ya tetap maling, niat apapun yang ada di dalam hatinya. Mencuri adalah sebuah tindakan kejahatan yang merugikan orang lain. Oleh karenanya, hukumanlah yang bisa mencegah kejahatan tersebut terjadi dan menginsafkan orang yang terlanjut melakukan kejahatan tersebut.

Ajaran Islam sudah memberikan petunjuk hukuman moral dan fisik. Misalnya saja, ketika seseorang kedapatan mencuri dan barang curiannya sudah cukup syarat untuk dipotong tangannya. Saat dia kehilangan tangannya, itu akan membuatnya jerah. Dan secara moral, di lingkungan masyarakat sudah tercap sebagai seorang pencuri dengan tanda tangan yang terpotong. Hukuman tersebut akan membuat jerah dan hal itu akan memberi keamanan, serta kenyamanan bagi kehidupan masyarakat.

Hukum potong tangan sangat efektif mencegah maraknya maling. Calon-calon maling juga akan berpikir 2 kali untuk mengikuti seniornya yang terlebih dahulu sudah kehilangan tangan atau kakinya. Sebutuh-butuhnya dengan barang curian, tetap lebih berharga tangan dan kaki yang dimiliki. Walau tak punya harta banyak dan hidup miskin, hidup masih terasa enak dan nikmat dengan tangan dan kaki.

Namun sayang sekali hukum Islam masih menjadi pro dan kontra, sehingga maling marak berkeliaran dan banyak keluarga yang sudah menjadi korban. Nah, untuk mencegah maling-maling ini dari tindakan kejahatan yang membahayakan dan memberikan efek jerah. Secara preventif ada inisiatif membuat jebakan maling disetiap rumah, kebun, atau tempat lainnya. Jebakan tersebut bisa berupa paku yang di tanam dalam tanah, setrum listrik, dan lain sebagainya.

Baca juga: 9 Tips Aman Naik Ojek Online Dari Kejahatan Driver

Jebakan maling tersebut tentu akan mencederai si maling, baik ringan maupun berat. Tergantung pada tingkat jebakan yang dibuat. Bagaimana pandangan Islam mengenai hukum membuat jebakan maling?, berikut ini ulasannya:

1. Menjebak maling tidak ada larangan dalam Islam, sehingga diperbolehkan untuk membuatnya. Namun, harus dengan niat yang baik, bukan ada unsur balas dendam, benci atau keinginan untuk membunuh. Jebakan yang dibuat bukan untuk membunuh si maling, melainkan memberinya efek jerah. Lukanya bisa ringan atau berat, tapi jebakan tersebut jangan disengaja dibuat sampai membuat si maling mati.

2. Rumah, kebun, kendaran itu hak milik di dunia si yang punya. Pemilik berhak mengamankannya dari tindakan kejahatan maling, yang salah satu caranya dengan membuat jabakan.

3. Simak 2 hadist berikut ini:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَوِ اطَّلَعَ فِي بَيْتِكَ أَحَدٌ، وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ، خَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ، فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ»

Andaikan ada orang mengintip rumahmu tanpa izinmu, kemudian kamu melemparnya dengan krikil sehingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu.” (HR. Al-Bukhari no. 6888  dan Muslim no. 2158)

Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu berkata:

أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ فِي جُحْرٍ فِي بَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِدْرًى يَحُكُّ بِهِ رَأْسَهُ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْتَظِرُنِي، لَطَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنَيْكَ» قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا جُعِلَ الإِذْنُ مِنْ قِبَلِ البَصَرِ»

“Ada seorang mengintip dari pintu kamar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang di tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada sisir besi untuk menggaruk kepalanya. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya beliau bersabda, ‘Andai aku tahu bahwa kamu melihatku pasti aku cocokkan besi ini di kedua matamu.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Diwajibkan izin karena pandangan (bisa melihat aurat keluarga).” (HR. Al-Bukhari no. 6901 dan Muslim no. 2156)

Bagi seseorang yang tidak berniat maling saja, ketika dia melihat isi rumah tanpa meminta izin dahulu. Boleh memberinya hukuman, apalagi maling yang ngintip-ngintip untuk masuk rumah atau kebun yang bukan miliknya plus niat jahat mengambil hak milik orang. Ini tentu cocok sekali diberi hukuman, salah satunya buat jebakan untuk maling tersebut.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar