Skip to main content

Macam Macam Najis Beserta Contohnya Dan Cara Membersihkan Najis Tersebut

Pada dasarnya bumi Allah ini suci, kecuali bila dipikirkan oleh manusia bahwa tempat tersebut tidak suci. Bila datang disuatu tempat, maka jangan berpikir aneh-aneh bahwa tempat tersebut tidak suci dan perlu di sucikan. Positif thinking dan jangan ragu bahwa tempat baru tersebut (misalnya; rumah dan kebun) adalah suci. Maka tidak perlu ada tindakan untuk menyucikannya.
Macam Macam Najis Beserta Contohnya Dan Cara Membersihkan Najis Tersebut

Najis sudah pasti kotor, namun tidak semua yang kotor itu najis. Misalnya; seorang pekerja pembuat batu bata. Bajunya basah terkena keringat dan berbau tidak sedap. Menurut orang itu kotor, tapi ketika pekerja batu tersebut melaksanakan sholat, maka sholatnya sah. Misalnya lagi; pekerja nderes di kebun rambung. Bajunya atau celananya terkena getah rambung dan menimbulkan bau yang tak sedap. Tapi, jangan ragu, sebab pakainnya itu tetap suci walau dianggap kotor. Dan ketika mengerjakan sholat, maka sholatnya sah.

Najis adalah sesuatu yang menghalangi sahnya suatu ibadah seseorang. Benda yang bernajis tidak bisa disucikan. Yang bisa disucikan itu, benda yang terkena najis. Jika rasa, bau dan warnanya najis sudah hilang, maka berarti sudah suci. Banyak benda yang suci dengan sendiri, disebabkan rasa, bau dan warnanya hilang. Misalnya; kotoran ayam dijalan yang terkena hujan deras dan terbawa arus. Ataupun kotoran ayam yang telah mengering dan telah bercampur dengan tanah. Bagi kesucian manusia, tentu merekalah yang bertanggung jawab untuk membersihkannya, seperti; baju dan celana, rumah, badan, dan lain sebagainya.

Secara umum para ulama membagi najis menjadi 4, yaitu;

1. Najis Berat

Najis berat ini cara menyucikannya dengan 7 x basuhan air, yang salah satu basuhan air dicampur dengan tanah (samak). Contoh dalam hadist adalah air liur anjing. Walau hanya disebutkan air liur, tapi semua yang ada pada anjing itu najis. Bulunya, liurnya, dagingnya, dan kotorannya semuanya najis, gambaran dari hadist itu merupakan sample untuk mewakili yang banyak.

Dalam Alqur’an disebut daging babi, sama seperti anjing. Semua yang ada pada babi itu najis. Jika seseorang menyentuhnya maka ia terkena najis berat dan bila ada orang yang memakan dagingnya, berarti ia telah memakan makanan haram.

Bagi orang Islam tentu harus berhati-hati berkenaan dengan dua jenis binatang tersebut. Jangan disentuh, apalagi sampai dimakan. Harus jelih dalam mengkonsumsi makanan, obat-obatan, ataupun minuman. Jangan sampai terkandung di dalamnya yang terdapat pada babi atau anjing.

2. Najis Pertengahan

Cara menyucikannya dengan air, sampai warna, bau dan rasa dari najis tersebut hilang.  Apa saja contoh dari najis pertengahan ini? Yang kita tahu, kebanyakan kita berhadapan dengannya sepanjang hari.

a. Darah segar

Semua darah segar itu najis, kecuali darah ikan laut. Hewan laut atau ikan, baik darahnya, kotorannya, bangkainya itu tidak najis. Beda dengan darah ayam, yang darahnya najis. Jika terkena darah ayam tersebut harus disucikan dengan air. Jika orang yang berjualan di pasar ikan, baik penjual atau pembelinya terkena percikan darah ikan. Maka sholatnya sah, walau tidak mengganti pakaian atau membersihkan badan.

b. Bangkai

Yang dikatakan bangkai itu adalah hewan yang mati dengan sendirinya. Apakah matinya karena dipukul, terjatuh, dilempar atau terkecik (yang tidak disembeli), maka bangkainya itu najis dan haram untuk dimakan.

Untuk kasus ini setiap muslim harus benar berhati-hati. Terkadang, walau hewan tersebut disembelih, namun belum tentu matinya karena sembelihan tersebut. Ini yang harus diwaspadai, karena hewan tersebut bisa jatuh kepada haram untuk dimakan. Contohnya pada saat menyembeli ayam, nah ketika sudah disembelih maka letakkanlah ayam tersebut ke tanah atau tempat matinya dengan baik, jangan dilempar. Bisa jadi, matinya bukan karena disembelih, melainkan karena lemparan yang dilakukan. Contoh lain, misalnya pada saat menyembeli lembu. Ketika sudah disembelih, nampaknya untuk memastikan masih hidup atau sudah mati, lalu dipukul. Bisa jadi lembu mati karena pukulan tersebut, mungkin saja lembu itu kaget dan kemudian mati. Ke 2 contoh ini menjadikan hewan tersebut awalnya tidak najis untuk dimakan, berubah menjadi najis (bangkai) dan haram untuk di konsumsi.

c. Segala sesuatu yang keluar dari Dubur dan Qubul, kecuali Mani

air kencing atau air besar semua makhluk itu najis, kecuali mani. Mani dipersepsikan sama dengan ingus. Ingus itu kelihatan jorok, namun tak najis. Menyikapi ini, karena hal tersebut rutin dilakukan manusia setiap harinya. Harus selalu berhati-hati. Ketika kencing hendaknya lakukan dengan jongkok, bila berdiri kemungkinan percikan kencing akan mengenai celana yang dipakai. Dan pada saat di bawak untuk sholat, maka sholatnya tidak sah.

d. Nanah dan Alkohol

3. Najis Ringan

Contoh najis ringan ini adalah maji dan air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapun selain dari susu ibunya. Cara menyucikannya cukup dengan dipercikan air sampai basah. Ada yang bertanya, bagaimana dengan kencing bayi perempuan?. Untuk bayi perempuan, walau belum makan apa-apa kecuali susu ibunya, tergolong najis pertengahan. Jika terkena, maka seseorang tidak sah bila mengerjakan sholat. Salah satu alasannya, karena bayi perempuan pada saat lahir sudah memiliki rahim. Bahkan ada sebuah penelitian memang ada perbedaan kadar air kecing bayi perempuan dengan bayi laki-laki.

4. Najis yang Dimaafkan

Najis yang dimaafkan itu sedikit tapi sulit dihilangkan atau ada tapi tidak tahu. Contohnya, berjalan di daerah kampung peternak lembu. Kotorannya biasa ada di jalan-jalan. Ketika hujan dan ada genangan air dijalan. Pada saat hendak ke masjid genangan air tersebut terkena ban motor, lalu terpercik ke celana. Jadi, yakinkan saja bahwa percikan itu air hujan, bukan air yang terkena kotoran lembu. Contoh lain, pada saat sholat. Nampak ditangan ada nyamuk, kemudian dengan jari berusaha mengusirnya. Tak sengaja nyamuknya tertekan, lalu mati dan darahnya keluar. Jika itu terjadi, sholatnya tetap sah. Namun, jangan darah nyamuknya jangan di plenet sehingga darahnya menyebar ke area kulit lainnya.

Terkait najis ini, buya Yahya membagi najis menjadi 7, agar orang mudah mengingatnya;

1. Sesuatu yang keluar dari 2 lubang
2. Muntahan
3. Darah segar
4. Bangkai
5. Minuman keras cair / minuman memabukkan cair
6. Anjing
7. Babi

Selain dari 7 di atas jangan lagi mikir najis. Ingat saja yang 7 tersebut, sudah amanlah dari najis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar