Skip to main content

Pengertian Wisata Halal Dan Contohnya

Pengertian Wisata Halal Dan Contohnya
Mendengar kata halal yang digabungkan dengan kata wisata, masyarakat masih berpikir bahwa tempat tersebut merupakan lokasi religi. Seperti misalnya, makan rasul, masjid-masjid bersejarah ataupun musium Islam. Memang benar lokasi religi merupakan wisata halal. Tapi, wisata halal bukan saja tekhusus tempat religi. Yang dimaksud dengan wisata halal itu adalah sebuah objek wisata yang mengedepankan wisatawan muslim atau secara syar'i lokasi tersebut tidak melanggar. Produk atau pun jasa yang tersedia halal bagi seorang muslim. Wisata halal memberikan fasilitas yang mendukung bagi pengunjung muslim, seperti hotel halal, resort halal, makanan halal, serta tersedianya fasilitas untuk ibadah.

Jadi tempat umum juga bisa disebut wisata halal, jika fasilitas di lokasi tersebut mendukung wisatawan muslim. Jadi, harus bisa bedakan antara wisata halal dengan wisata muslim. Berdasarkan acuan standar wisata halal di dunia dari Global Moeslim Travel Index (GMTI), setidaknya ada 3 bagian terkait wisata tersebut yang bisa dirincikan;

1. Destinasi Ramah Keluarga

Poin pertama ini memiliki 3 indikator turunan, sebagai berikut; destinasi wisata yang ramah, aman bagi pengunjung muslim, dan pengunjung muslim yang mendominasi.

2. Fasilitas dan layanan yang mendukung di destinasi yang ramah muslim

Ada 4 indikatornya, yaitu; terjaminnya kehalalan dari makanan dan minuman yang tersedia, fasilitas tempat ibadah yang mudah di akses, fasilitas bandara yang ramah terhadap wisatawan muslim dan banyak pilihan yang memadai terkait dengan akomodasi.

3. Kesadaran halal dan marketing destinasi

Mencakup 4 kriteria, sebagai berikut; tersedia kemudahan dalam komunikasi, kesadaran akan kebutuhan wisatawan muslim dan jangkauan terhadapnya, adanya koneksi dengan transportasi udara dan pengurusan VISA.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan wisata halal. Salah satu program wisata halal yang sukses dilakukan Banyuwangi. Program tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2017, yang letaknya berada di Pantai Syariah Pulau Santen, Karangrejo - Banyuwangi.

Keberadaan wisata Pantau Syariah Pulau Santen tersebut, berkonsep "Halal Tourism". Fasilitas yang mendukung peribadatan tersedia di sana, misalnya musholla, tempat wudhu, pengumuman datangnya waktu sholat, dan makanan, serta minuman halal. Bahkan, hotel disekitar wisata diwajibkan tersedianya musholla dan makanan halal.

Bidikan dari wisata di Banyuwangi juga tertuju ke luar negeri. Yang notabenenya juga mayoritas Islam, misalnya pasar Timur Tengah. Dengan membuat program dan promosi melalui Kementerian Luar Negeri. Wisata ini sukses, yang Riset Kemenpar mendata wisatawan Timur Tengah rata-rata mengeluarkan uang mencapai USD 1.918 (sekitar Rp28 juta) per wisatawan per kunjungan, melampaui wisatawan Eropa yang hanya USD 1.538 (sekitar Rp 23 juta) per wisatawan per kunjungan. Selain itu, rata-rata lama tinggal wisman Arab Saudi di Indonesia cukup lama, yaitu mencapai 10,14 hari.

Baca juga: Kota Wisata Di Dunia Terbaik Dan Yang Paling Hits

Sumber:
- https://travel.detik.com/travel-news/d-4447369/banyuwangi-contoh-sukses-penerapan-wisata-halal
- https://www.kompasiana.com/noviasyahidah/588872073097731407c94ce7/apa-sih-wisata-halal?page=all
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar