Skip to main content

5 Penyesalan yang Disesalkan Manusia Setelah Mati

Hidup di dunia ini merupakan perjalanan yang sementara, namun penting untuk memperbanyak amal dan menghindari segala dosa. Tidak ada yang bisa menjamin, berapa lama hidup di dunia ini. Bisa detik ini, hari ini, bsok, lusa, pekan depan, bulan depan atau tahun depan berakhirnya masa berada di dunia dan menuju ke tahap perjalanan berikutnya. Jadi, hidup itu hanyalah hari ini, karena tidak ada yang bisa menjadi jaminan bahwa esok hari masih hidup. Hari ini merupakan pertemuan masa lalu dan masa depan. oleh karena itu, jangan tunda hal-hal baik hari ini dan jangan menunggu dikerjakan esok hari.
5 Penyesalan yang Disesalkan Manusia Setelah Mati

Mumpung masih hidup, maka penyesalan dari segala perbuatan sia-sia dan dosa masih bisa dibersihkan. Tapi tidak jika sudah mati. Penyesalan setelah mati tidak akan bisa di perbaiki. Sebab, sudah tidak ada waktu lagi yang diberikan untuk memperbaiki segala kesalahan yang disesalkan tersebut. Sebanyak apapun harta yang dimiliki ketika di dunia, setenar apapun di pandang manusia dan setinggi apapun statusnya, itu semua tidak ada gunanya sama sekali, ketika sudah berada di liang lahat.

Penyesalan yang tiada akhir tanpa bisa diperbaiki merupakan sebuah musibah yang paling besar. Menyesal karena tidak kuliah, sehingga hidup menjadi miskin. Masih bisa di perbaiki dengan belajar kembali dan tekun bekerja, sehingga keuangan menjadi membaik. Menyesal karena cerai, masih bisa nikah lagi. Menyesal karena melantarkan orang tua, masih bisa di perbaiki dan mendoakannya jika telah meninggal. Semua penyesalan di dunia, apapun itu masih bisa diperbaiki.

Jangan sampai penyesalan datang terlambat, disaat tidak ada waktu lagi yang diberikan untuk memperbaikinya. Berikut ini ada 5 penyesalan yang disesalkan manusia setelah mati;

1. Ingin ber-Sedekah

Setelah manusia mati, salah satu yang ingin dilakukannya jika diberikan waktu adalah bersedakah{QS. Al Munafiqun: 10}. Mengapa sedekah yang menjadi prioritasnya? sebab pahala sedekah itu luar biasa dan menjadi naungan bagi dirinya.

Banyak manusia yang mikir-mikir mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Uang 100 ribu terasa amat sangat berat dan mengira itu sudah kebanyakan untuk diberikan. Tapi, dengan gampangnya menghamburkan ratusan bahkan jutaan untuk sekedar mentraktir teman di rumah makan mewah. Rasa berat yang menggelantung di tangan dan pikiran ini akan menjadi sesuatu hal yang paling disesalkan. Kenapa sewaktu berada di dunia pelit dalam bersedekah?

Mengapa merasa berat mengeluarkan 100 ribu untuk bersedekah? tapi tidak di perkara lain yang sia-sia tanpa mikir dan merasa ringan dengan mudah mengeluarkan uang. Banyangkan saja, ketika saat masih hidup ada kesempatan bersedekah, lalu mikir 100 ribu kebanyakan untuk diberikan. Diambilnya uang yang 10 ribu untuk sedakah, tidak lama kemudian mati. Maka pasti akan menyesal, kenapalah tidak yang 100 ribu?

2. Mendengarkan Alqur'an (Hal yang baik)

Pada umumnya semua orang bisa mendengar. Mendengar petunjuk Allah yaitu Alqur'an bisa menjadi saksi baginya di akhirat kelak. Harusnya mendengar adalah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Jika tidak bisa membaca, suruh anak-anak atau teman untuk membaca Alqur'an. Banyak ta'lim atau pengajian, ikuti dan dengarkan isinya.

Pahala yang mendengar itu sama dengan yang membaca atau yang menyampaikan. Maka, inilah yang disesalkan manusia setelah mati.

3. Ingin Hidup Karena Allah SWT

Saat ini berapa persen sih, aktivitas dalam hidup kita karena Allah SWT?. Bila direnungkan, tentu banyak selain daripada Allah yang menjadi niat dalam menjalankan aktivitas kehidupan ini.

4. Ingin menjalin Silaturahiim

Orang lain berperan besar dalam kehidupan kita. Siapapun orangnya, apalagi yang termasuk kelompok orang-orang beriman dan bertaqwa, yang kembalinya menuju syurga. Sangking begitu besar pengaruhnya sampai-sampai mereka bisa menyelamatkan penghuni syurga. Lantas, penyesalanlah bagi orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan, terkhusus sesama muslim.

Baca juga: 3 Jenis Hubungan Manusia Yang Harus Realisasikan

5. Ingin Mendukung Pergerakan Dakwah

Mendakwhi diri sendiri sudah menjadi tugas setiap orang. Tanggung jawab dakwah ada di setiap muslim. Sehingga, apapun profesinya Ia wajib berdakwah, minimal dirinya dan keluarganya. Secara praktiknya saat ini pendakwah merupakan profesional yang mengajak orang lain ke jalan Allah SWT dengan keahlian khusus. Sehingga, yang namanya berdakwah itu tidak mesti jadi ustadz. Mendukung semua gerakan dakwah, sama nilainya dengan berdakwah di sisi Allah SWT.

Menghadiri majelis-majelis ilmu, berdagang dengan jujur, berinfak membantu pendakwah dan lain sebagainya yang ditujukan untuk kepentingan dakwah, itu semua sudah merupakan dukungan terhadap jalannya dakwah.

Baca juga: Khutbah Setelah Ramadhan: Tujuan Gelar Taqwa Sampai Indahnya Kematian
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar