Skip to main content

Ekonomi Syariah: Pengertian, Ciri, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia

Pengertian Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah menjadi sebuah tren baru solusi perbankan yang tidak terpengaruh besar dengan adanya inflasi. Banyak krisis yang terjadi disebabkan ulah dari bank konvensional, karena orientasi profitnya dari bunga. Beda tentu dengan ekonomi syariah, yang konsep profitnya dari bagi hasil.
Ekonomi Syariah: Pengertian, Ciri, Prinsip, Manfaat, Tujuan dan Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia

Ekonomi syariah diilhami oleh nilai-nilai Islam yang termasuk ke dalam muamalah yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat. Menurut P3EI, 2012 hal. 17 mengartikan ekonomi syariah sebagai salah satu cabang ilmu yang berusaha memandang, menganalisis dan memberikan solusi terhadap permasalan ekonomi yang ada dengan metode Islam.

Sistem ekonomi syariah jelas berbeda dengan sistem kapitalis, sosialis, atau komunis. Bukan berarti ekonomi ada sebagai penengah dari ke tiga sistem tersebut. Adanya sistem ekonomi syariah bertujuan untuk kemaslahatan ummat, tidak menumpuk-numpuk kekayaan atau mengeksploitasi nasabah dari jeratan pemilik modal. Selain itu, menjalankan ekonomi syariah dipandang merupakan sebuah ibadah yang menunjukkan pengaruh Islam terhadap segala aktivitas kehidupan, termasuk aktivitas ekonomi sebuah masyarakat.

Dasar yang mengatur jalannya ekonomi syariah ada 2, yaitu Al Qur'an dan Hadist. Akan tetapi dalam menjalankannya perlu ada dukungan dari ilmu-ilmu yang lain, seperti matematika, statistik, logika ataupun ushul fiqih. Tentu harus ada orang cerdas yang bisa memahami secara teks yang ada di dalam Al Qur'an dan hadist untuk disimpulkan dan dipraktekan ke dalam ekonomi syariah. Ada juga contoh-contoh aktivitas ekonomi di jaman nabi dan sahabat yang bisa dijadikan sebagai referensi nyata.

Ciri-Ciri Ekonomi Syariah

Penerapan sistem ekonomi syariah harus bisa ditangkap dengan besar dari petunjuk Alqur'an dan Sunnah. Sebab Alqur'an dan Sunnah hanya memberikan prinsip-prinsip dasar dan umum. Sehingga, perlu pengkajian yang lebih mendalam untuk bisa di masukkan ke dalam sebuah sistem perekonomian. Dalam prinsipnya Alqur'an dan Sunnah mengajarkan bagaimana berprilaku sebagai produsen, sebagai konsumen, sebagai pemilik modal (owner). Karna hal yang terpenting, bagaimana bisa mewujudkan kesejahteraan, keseimbangan dan kesempatan sebesar-besarnya kepada setiap pelaku bisnis.

Ada 4 ciri yang ditekankan dalam ekonomi syariah: kesatuan atau unity, keseimbangan atau equilibrium, kebebasan atau free will dan tanggung jawab atau responsibility. Sebagai pelaku yang ada pada ekonomi syariah harus menyadari sebagai khalifah yang berada di bumi, bahwa semua kekayaan itu hakikatnya milik Allah SWT. Sehingga, dalam mengelola kekayaan tersebut haruslah sesuai dengan Alqur'an dan Hadist. Tidak boleh mengabaikan sesuatu yang dilarang, yang salah satunya adalah tentang riba. Jangan sampai sistem riba masuk ke dalam sistem ekonomi syariah yang sedang dijalankan.

Baca juga: Transaksi Riba pada Bank Syariah, Oleh Sihir Uang Kertas

Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah

Menurut Sudarsono, dalam ekonomi syariah harus ada prinsip-prinsip yang harus dijalankan, yaitu sebagai berikut:

  • Setiap pelaku yang ada di ekonomi syariah harus sadar bahwa semua sumber daya yang ada merupakan miliki Allah swt.
  • Syariah memberikan kewenangan terhadap aset pribadi dan mengakuinya, namun dengan batasan tertentu.
  • Gotong royong harus dibangun untuk mewujudkan ekonomi syariah
  • Adanya sistem ekonomi syariah untuk kesejahteraan ummat, bukan pribadi atau segelintir orang saja.
  • Syariah memberikan jaminan terhadap kekayaan masyarakat dan memastikannya di pergunakan untuk kepentingan ummat.
  • Semua pelaku ekonomi syariah wajib mengikuti perintah Allah swt, sebab segala konsekuensinya akan ada balasannya.
  • Wajibnya zakat yang harus dibayar ketika sudah mencapai nisab.
  • Menghindari adanya praktek riba dalam menjalankan ekonomi syariah.

Sedangkan menurut Zainuddin, ada 3 prinsip yang terdapat pada ekonomi syariah, yaitu:

1. Dilarang Ihtikar (menimbun kekayaan)

Contoh dari perbuatan ihtikar ini, jika ada seseorang yang sengaja menahan sebuah produk tertentu dengan tujuan supaya menjadi langka. Dan Iapun mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari hasil penjualan yang mahal.

2. Dilarang Monopoli

Contohnya menguasasi akan barang tertentu, sehingga Ia mampu mengendalikan pasar baik terkait dengan jumlah dan harganya.

3. Dilarang Jual Beli yang Diharamkan

Jual beli sebuah produk yang halal bisa menjerumus ke haram bila melanggar prinsip Islam. Tidak adil, tidak jujur, curang dalam takaran, dan lain sebagainya menyebabkan transaksi menjadi haram dilakukan.

Manfaat Ekonomi Syariah

1. Berikut ini manfaat yang bisa dirasakan jika menjalankan atau ikut mendukung dari bergeraknya ekonomi syariah:

2. Sebagai jalan menuju Islam yang kaffah karena bisa mendukung gerakan ekonomi syariah. Dengan adanya ekonomi syariah menjadi sebuah jalan dan kesempatan untuk membuktikan keimanannya. Hal tersebut akan mewujudkan sebuah integritas yang kuat, bahkan bila disandingkan kepada ekonomi konvensional yang mungkin menggiurkan dalam menghasilkan kekayaan.

3. Memperoleh keuntungan yang sesuai dengan syariat dan terhindar dari riba. Dengan berjalannya ekonomi syariah, ummat juga akan semakin solid dan kuat ekonominya. Akan terbentuk bank-bank syariah, investasi syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, Baitul Maal wat Tamwil, dan lain sebagainya.

4. Mendapat pahala di sisi Allah swt, dengan niatan menjalan ibadah di bidang ekonomi.

5. Memudahkan pengelolaan keuangan ummat, karena telah membuka tabungan, deposito, ataupun menjadi nasabah asuransi. Dengan begitu uang yang terkumpul akan dikelolah, dihimpun dan disalurkan melalui sektor riil.

6. Mendukung usaha-usaha halal bermunculan, karena berjalannya ekonomi syariah sebagai penyalurnya. Ini berarti ada gerakan amar ma'ruf nahi munkar di bidang ekonomi.

Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan dari ekonomi syariah pada dasarnya sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri, yaitu mencapai kehidupan bahagia dunia dan akhirat (falah). Jika terwujud tatanan yang sudah bahagia, tentu itu berarti kehidupan sudah selaras, seimbang dan sejahtera. Ekonomi syariah ada, bukan hanya untuk umat Islam, melainkan untuk semua ummat manusia yang ada di dunia.

Sebagai agama yang rahmatan lil'alamin, tentu ekonomi syariah harus mampu menjadi sebuah sistem yang bermanfaat bagi semua orang. Menurut Rahman yang dikutip dari seorang fuqaha asal mesir bernama Prof. Muhammad Abu Zahra, ada 3 sasaran syariah itu dijalankan:

  • Menyucikan hati dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya dan juga alam lingkungannya.
  • Menegakkan keadilan dalam bidang hukum ataupun muamalah.
  • Terwujudnya maslahah, yang terdiri atas 5 dasar, yaitu: maslahah keimanan, maslahah hidup, maslahah pikiran, maslahah keluarga dan keturunan dan maslahah harta kekayaan.

Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia

Potensi ekonomi syariah di Indonesia tentu mampu tumbuh dengan pesat. Tidak mustahil menjadi ekonomi syariah terbesar di dunia, mengikat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, bahkan tercatat sebagai muslim terbanyak di dunia. 

Tapi, tentu perlu ada sebuah binaan yang intens. Sebab, mayoritas penduduk muslim Indonesia masih tertarik dengan bank konvensional dan kendala lainnya adalah pada tinggkat penghasilan masyarakatnya. Ekonomi syariah harus mampu memberikan solusi kepada masyarakata yang berpenghasilan kecil untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi syariah. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar