Skip to main content

Fungsi Jenggot Dalam Mencegah Kemaksiatan

Banyak penilaian tentang memelihara jenggot bagi kaum laki-laki. Ada yang bilang keren, ada yang bilang mengerihkan, sampai-sampai yang paling fatal menghubungkan jenggot dengan sesuatu tindak kejahatan. Padahal apalah daya sebuah jenggot, membunuh lalat saja itu tidak mungkin bisa dilakukannya. Dari berbagai pandangan tersebut, yang jelas memelihara jenggot merupakan anjuran Rasul.
fungsi jenggot dalam mencegah kemaksiatan

Jenggot identik dengan Islam. Seseorang yang memelihara jenggot, sudah bisa langsung dinilai apa agamanya. Padahal, tidak 100% bener juga. Banyak sekarang ini, teman-teman krintiani laki-lakinya juga memelihara jenggot. Terkadang sampai tekecoh menganggap dirinya seorang muslim. So, jenggot memang tumbuh secara alami bagi kaum laki-laki pada umumnya, tapi ada juga laki-laki yang bersih dari jenggot. Jadi, memelihara jenggot itu hak setiap masing-masing pribadi.

Pertumbuhan jenggot juga beraneka ragam. Ada yang tumbuh lebat, apik dan rapi. Ada pula tumbuh berjarak dan ada pula tumbuh sangat halus. Tidak jarang, untuk menumbuhkan jenggot yang lebat dan rapi harus membeli berbagai stimulus minyak atau obat-obatan untuk merangsangnya.

Niat setiap laki-laki yang sengaja memlihara jenggot juga beragam. Ada yang berniat supaya nampak maco, kelihatan keren, supaya ditakuti, dan lain sebagainya. Bagi seorang muslim laki-laki, tentu landasan utama memelihara jenggot adalah untuk mengikuti anjuran Rasul.

Selain dari menjadi amal ibadah, memelihara jenggot juga mampu mencegah kemaksiatan. Niat yang benar, tentu akan berdampak pada hal yang baik. Jenggot punya pengaruh kepada diri seseorang dalam mencegah kemaksiatan. Dalam mencegah kemaksiatan, akan berbeda perasaan orang yang berjenggot dengan yang tidak. Walau pernyataan tersebut, tidak sepenuhnya bisa digeneralisasikan.

Bagi yang memelihara jenggot, akan merasakan dampak perubahan terhadap penampilannya. Dengan adanya jenggot tersebut, dapat mencegahnya untuk berada di tempat hiburan atau tempat maksiat lainnya. Sebab, masuk ke dalam dirinya, merasa penampilannya dengan jenggot tidak pantang berada di tempat yang di larang oleh Islam.

Tidak hanya pencegahan di dalam diri saja, dorongan dari luar juga akan luntur. Wanita penggoda akan lebih segan dan merasa hormat dengan orang yang berjenggot. Ia tidak mau mengganggu orang yang dianggapnya alim dalam agama.

Nah, itulah fungsi jenggot dalam mencegah kemaksiatan yang bisa dirasakan. Rasa tersebut bukanlah hanya sekedar teori, melainkan perlu dipraktekkan. Setelah dipraktekkan, maka akan berasa manfaat dari pemeliharaan jenggot.

Bahkan, jenggot tidak hanya mencegah dalam kemaksiatan saja. Hal positif juga akan muncul, seperti kepercayaan diri. Dengan jenggot, akan dirasakan sebuah perasaan tua, sehingga berbicara di khalayak ramaipun menjadi percaya diri.

Akan banyak fungsi jenggot yang bisa dirasakan. Tapi jangan kebablasan juga ya! Sesuaikan jenggot dengan tampilan. Lakukan pemotongan jika sudah panjang dan rapikan. Tampakanlah lelaki berjenggot itu keren, rapi, bersih, maco dan berwibawa. Sebisa mungkin hindari penilaian yang negatif, akibat tidak bisa memelihara jenggot dengan baik. Jengot dibiarkan panjang dan berantakan. Kelihatan urak-urakan, sehingga tampak sangat menyeramkan dan terkesan jorok.

Mudah-mudahan bisa menjadi lelaki yang bisa memelihara jenggot dengan baik, sehingga bisa dicontoh oleh rekan-rekan yang lainnya. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar