Skip to main content

Manajemen Risiko dan Asuransi

Manajemen Risiko dan Asuransi
Mampu mengelola risiko dalam perencanaan keuangan merupakan elemen yang utama di dalam menjalan sebuah bisnis. Pada bahasan kali ini, ada 2 area risiko yang akan dibahas; 1.) manajemen risiko asuransi (contohnya; asuransi kematian atau asuransi rumah) dan manajemen risiko asuransi (variabilitas pengembalian investasi yang dilakukan)

Manajemen Risiko Asuransi

Dalam aktivitas asuransi, Anda bisa mengasuransikan berbagai hal, misalnya asuransi kematian (mendapatkan sejumlah uang tertentu dalam rangka mengganti uang yang telah dibayarkan karena peristiwa kematian), asuransi rumah (meng-cover segala kerugian atau kerusakan yang terjadi pada rumah), asuransi mobil, asuransi gadget (pembelian elektronik baru yang diasuransi jika ada kerusakan diluar dari kesengajaan pembeli).

Ditinjau dari sudut pandang keuangan, dalam mengelola risiko terdapat langkah mudah, sebagai berikut;

  • Mengidentifikasi Risiko. Lakukan identifikasi terhadap risiko yang muncul, biasanya supaya gampang secara umum menggunakan pertanyaan; Apa yang Anda takutkan? Hal-hal yang membuat ketakutan tersebut muncul, bisa menjadi sumber adanya risiko yang akan terjadi.
  • Cek dan tentukan berapa banyak risiko yang bakal Anda tanggung.
  • Setelah nampak jelas risiko yang bisa/mungkin terjadi, maka hal itulah yang harus Anda asuransikan. Pilihlah dari yang paling prioritas dan paling mungkin terjadinya risiko.

Mengidentifikasi Risiko Yang Terjadi

Dalam trik sederhana, tentu sebuah risiko yang terjadi dapat ditanggulangi dengan mengeluarkan sejumlah uang. Misalnya, pada kasus asuransi jiwa. Seseorang bisa berhitung berapa besar kerugian yang akan dialaminya jika ia mengalami sebuah kecelakaan/kematian dibandingkan dengan uang yang telah dikeluarkannya.

Menentukan Risiko Yang Bakal Terjadi

Pada tahap ini, banyak orang sering melakukan kesalahan dalam memilih risiko yang akan diasuransikan. Bila mengasuransi hal yang risikonya kecil, maka itu hanya akan menghabiskan banyak uang saja untuk membayar premi bulanannya. Sebaliknya, jika memilih mengasuransikan semua risiko, maka Anda akan lebih banyak kehilangan uang. Jadi, memilih dengan tepat risiko yang diasuransikan, akan menghilangkan terjadinya risiko itu sendiri dari segala kerugian. Kemudian, sebaiknya dalam berasuransi jangan hanya untuk tanggungan yang mencakup dari kerugian yang terjadi, tapi juga harus mencakup segala biaya administrasi yang dikeluarkan oleh perusahaan Anda.

Dalam kehidupan Anda, tentu banyak sekali risiko yang dihadapi. Tapi semua risiko tersebut, jika masih dapat dikelola dengan baik, dengan asuransi yang tepat. Maka, terjadinya risiko tidak akan membuat bisnis Anda hancul. Sebuah risiko yang besar, akan mendekati pada kerugian yang besar pula. Dengan asuransi yang ada, Anda tidak pelu menanggung kerugian yang terjadi.

Triknya dalam menjaga tingkat dari setiap resiko yang terjadi yaitu dengan menentukan jumlah risiko yang dapat dikelola. Karena, jika Anda menanggung kerugian yang sangat besar, hal itu menyulitkan untuk pulih. Jadi, Anda harus benar-benar bisa memilih asuransi untuk risiko yang bisa berpengaruh kuat pada kehidupan Anda.

Misalnya, asuransi gadget janganlah dilakukan, jika ada prioritas yang lebih penting. Hidup Anda tidak akan terganggu pada gadget yang tiba-tiba berhenti berfungsi. Jadi, perlu menahan diri dalam berasuransi yang seperti itu.

Dalam menahan diri untuk berasuransi, sebaiknnya Anda bediskusi langsung dengan agen. Anda akan bisa lebih melihat mana cakupan yang terpenting bagi Anda. Para agen tentu pada dasarnya memberikan tawaran yang menyangkut semua cakupan, karena mereka beranggapan semuanya adalah penting. Apa yang terjadi? Para agen sering terus menerus memberikan rekomendasi, yang padahal asuransi tersebut memiliki risiko yang sangat kecil sekali.

Memang ada aspek psikologi dari sebuah asuransi. Yaitu antara kenyamanan dan sakitnya membayar. Berasuransi membuat rasa nyaman terhadap risiko yang bakalan terjadi. Tapi, dilain sisi rasa sakit harus juga dirasakan karena berkewajiban dalam membayar sejumlah uang. Apalagi jika risiko yang ditanggung tidak terlalu berdampak buruk pada gaya hidup Anda. Kenyaman dan rasa sakit tersebut harus bisa Anda kombinasikan. Tidak jarang, orang yang merasakan pertarungan yang hebat antara kenyamanan dan rasa tersebut, sehingga pada akhirnya lebih suka memutuskan tidak menanggung risiko tersebut. Tapi, hal yang paling penting untuk disadari ialah dalam menghidari resiko yang dapat merugikan finansial, Anda harus mengeluarkan biaya finansial.

Asuransikan Pilihan Yang Tepat

Belilah sebuah polis asuransi, yang dapat mengurasi risiko yang bakalan terjadi dan isi dengan risiko yang akan Anda tanggung.

Sebagai ilustrasinya:

Misalnya, asuransi yang dipilih untuk automobil (asuransi tabrakan mobil). Berikut ini 3 langkah penerapannya;

  1. 1. Identifikasi resikonya - Apa yang Anda takutkan? Anda tentu khawatir jika terjadi kecelakan pada mobil Anda, yang menyebabkan kerusakan, sehingga perlu biaya mahal untuk memperbaikinya.
  2. 2. Tentukanlah seberapa besar risiko yang Anda terima. Anda harus bisa memperhitungkan, kerugian yang lebih besar daripada uang yang dikeluarkan untuk membayar asuransi. 
  3. 3. Mengasurasikan mobil anda dengan tanggungan asuransi, misalnya 10 juta. Dengan membayar 10 juta tersebut, sudah akan meng-cover risiko yang jauh lebih besar dari 10 juta yang dikeluarkan.


Mengelola Risiko Investasi
Prinsip-Prinsip Umum

3 tahapan untuk berasuransi untuk tanggungan risiko yang akan dihadapai mencakup; Identifikasi risiko, menentukan jumlah risiko yang bakalan terjadi, dan mengasuransikan risiko tersebut) tidak terlalu berguna dalam mengelola risiko sebuah investasi. Karena dalam investasi ada sebuah harapan pengembalian yang lebih tinggi dari risiko yang ditanggungkan. Dan kebanyakan orang, mengasuransikan aset berisikonya untuk mencapai tujuan keuangan. Jadi, berapa risiko yang harus diambil, untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

Untuk bisa melihat tingkat risiko yang bakal dialami dengan pilihan asuransi yang tepat. Ada 3 pertanyaan yang bisa menjadi acuan menurut Larry Swedore;

1. Apakah Anda dalam posisi harus berasuransi?
Untuk pertanyaan tersebut ada 2 aspek yang harus dilihat;
a. Jangka waktu risiko yang terjadi. Jika risiko memiliki jangka panjang 5-10 tahun, tentu tanggunan risikonya lebih besar dari harapan yang akan diterima.
b. Kombinasikan antara keamanan kerja dan kepimilikan aset, apakah cukup aman jika menanggung risiko.
Nah, bila 2 aspek yang menjadi pertanyaan di atas memiliki jawaban negatif. Maka, tidak perlu ambil risiko

2. Secara psikologis, apakah Anda bersedia untuk mengambil risiko?
Bahkan jika memang Anda dalam kondisi harus mengambil risiko, jangan lakukan asuransi jika hal itu membuat Anda stress dan cemas.

3. Apakah Anda perlu mengambil risiko?
Jangan lakukan asuransi jika memang tidak perlu. Walau Anda merasa harus ambil dan secara psikologis membuat diri Anda nyaman dan tenang. Untuk apa harus ambil risiko yang tidak Anda butuhkan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar