Skip to main content

Satu Langkah Mengatasi Kemalasan Dalam Belajar Secara Tepat

satu Langkah Mengatasi Kemalasan Dalam Belajar Secara Tepat
Belajar adalah investasi dimasa depan. Hasilnya dapat dinikmati atau dirasakan esok hari, pekan depan, bulan depan, tahun depan, 5 tahun mendatang, dan seterusnya. Jadi yang paling membuat malas belajar karena hasilnya tidak jelas waktunya. Karena tidak jelas waktunya tersebut membuat terbentuk pemikiran negatif dalam sebuah pertanyaan untuk apa belajar atau apakah saya bisa?

Hal ini berbeda, jika hasilnya memiliki timing yang bisa di prediksi. Misalnya, bekerja, kemudian tiap bulan mendapatkan gaji sebesar 5 juta. Waktu dan hasil yang bisa di prediksi membuat orang bersemangat melakukan kewajibannya untuk mendapatkannya. Sebaliknya, orang malas belajar karena hasilnya tidak langsung kelihatan atau waktu dan hasilnya tidak langsung bisa ditebak.

Masalah kemalasan yang dihadapi dalam belajar hampir dirasakan setiap orang dan bahkan semua orang. Walau ada orang yang hobinya belajar sekalipun, ada hal yang membuatnya malas di pelajaran tertentu. Jadi, sesungguhnya kemalasan dalam belajar adalah hal yang wajar saja. Tapi, menjadi bahaya jika semua pelajaran Ia malas.

Banyak cara orang supaya membangkitkan semangat belajarnya, misalnya menyesuaikan tempat belajar yang nyaman, menghindari distraksi (ganggung televisi, hp atau internet), membuat jadwal belajar yang tepat, dan lain sebagainya. Tapi, terkadang semua hal yang dianggap mengganggu tersebut sudah dihindari, cepat atau lambat juga akan mengalami bosan dalam belajar atau muncul kembali perasaan malas untuk belajar.

Belajar memang sebuah perjuangan yang lawannya adalah kemalasan. Perjuangan untuk terus belajar supaya masa depan tidak menjadi rumit, sebaliknya kemalasan hari ini akan mempersulit hari-hari dimasa mendatang. Itu merupakan kalimat motivasi, yang mendorong untuk terus belajar dalam keadaan apapun. Cobalah berusaha bersemangat belajar dengan mengabaikan segala bentuk yang dianggap mengganggu.

Faktor eksternal seperti guru, tempat, sarana, orang tua, dan sebagainya dapat membantu menyemangati kegiatan belajar. Namun, perlu diingat! faktor utamanya ada disetiap diri. Mulai hari ini, jadikanlah diri sebagai wadah penyimpan berbagai ilmu yang masuk.

Untuk lebih konkrit, satu langkah mengatasi kemalasan dalam belajar secara tepat adalah Anda harus menjadi seorang orang. Bukan dalam pengertian sesungguhnya, melainkan perasaan Andalah yang meyakinkan bahwa Anda sebenarnya seorang guru. Dengan perasaan yang kuat tersebut, maka tidak ada yang bisa menghalangi Anda untuk terus belajar. Karena Anda adalah seorang guru, yang harus belajar dan meberikan ilmunya kepada orang lain.

Pertanyaan untuk apa belajar? sudah terjawab secara sederhana. Inilah yang memicu munculnya rasa malas, karena ilmu yang masuk ke dalam diri Anda selama ini hanya terpendam. Jika ilmu didalam diri bisa dikeluarkan (dibagikan) kepada orang lain, maka perasaan sangat bahagia pun muncul. Rasa bahagia itu akan mendorong untuk terus belajar dan untuk terus berbagi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar