Argumen Tentang Tayangan Sinetron Berpengaruh Buruk Terhadap Anak-Anak yang Menontonnya

Argumen Tentang Tayangan Sinetron Berpengaruh Buruk Terhadap Anak-Anak yang Menontonnya
Tayangan sinetron di televisi bagi anak-anak harus benar-benar dihindari. Yang bisa melakukannya adalah orang tua, yang juga harus tidak mencontohkannya. Ketika orang tua di hadapan anak-anaknya suka sekali menonton sinetron, maka jangan salahkan jika anaknya jadi ikutan suka nonton sinetron. Dan orang tua harus terima konsekuensi dampak buruk yang akan dialami oleh anaknya.

Sangat jelas sekali tayangan sinetron berpengaruh buruk terhadap anak-anak yang menontonya. Yang jelas dalam tayangan sinetron mempertontonkan adegan drama percintaan dan akhlak buruk para pemainnya. Itu akan berpengaruh buruk pada otak anak yang merekam dan mencernanya, alhasil anak-anak tersebut akan merealisasikannya dalam kehidupan nyata.

Menonton tayangan sinetron akan mengajarkan kepada anak-anak hidup konsumtif, hedonis, saling membenci dan percintaan yang tidak seharusnya di pikirkan seorang anak-anak. Inilah, mengapa perlu adanya pemboikotan, yang salah satunya harus dimulai dari rumah oleh orang tua. Karena tayangan sinetron benar-benar tidak mendidik pada jalan yang baik. Sebaliknya, anak-anak diarahkan pada jalan yang buruk.

Khusus kepada orang tua, bahwa sinetron yang ditonton, mereka memperoleh keuntungan yang banyak. Tapi, bagi penonton sadarilah keuntungan apa yang Anda dapatkan?. Yakinlah mudharatnya jauh lebih banyak dan dampak buruknya sudah jelas nyata. Sayangnya media televisi mengabaikan dampak buruk yang dihasilkan demi mendapatkan keuntungan semata. Oleh karenanya, sebagai orang tua pikirkanlah dampak buruk kepada anak. Tahanlah nafsu untuk tidak menonton tayangan sinetron di depan anak-anak.

Bila dilihat dari dampak buruknya, tidak hanya bagi anak-anak saja pengaruhnya. Bahkan para orang tua juga bisa terkena dampak buruknya. Tayangan sinetron bisa memicu nafsu buruk yang kemudian dapat terealisasi dalam kehidupan. Sebagai contoh; tayangan sinetron yang menceritakan perselingkuhan dengan atasan. Bila istrinya kerja di sebuah perusahaan, maka si suami muncul pikiran curiga kepada istrinya. Hal tersebut dipicu dari tayangan sinetron yang ditontonnya. Padahal selama ini tidak pernah terlitas di benaknya, bahwa istri mungkin saja selingkuh. Dimulai dari kecurigaan, pada ujungnya bisa terjadi cekcok dan rusaknya hubungan harmonis keluarga yang selama ini telah dibangun.

Kepada para orang tua saja, tayangan sintron bisa berdampak buruk. Apalagi terhadap anak-anak, yang pasti jelas lebih cepat dampak buruknya diserap. Daya filter anak-anak masih belum sehebat orang tua. Oleh sebab itu, anak-anak perlu pengarahan, kasih sayang, pendidikan, dari orang tua, bukan perlu mempertontonkannya dengan tayangan-tayangan sinetron.

Baca juga: Cara Memproteksi HP Agar Anak Tidak Membuka Website Atau Konten Yang Tidak Layak

Bagi anak-anak yang sudah terlajur asyik nonton sinetron, belumlah terlambat untuk menghentikannya. Berikan alternatif lain, yang itu lebih mendidik dan tidak kalah serunya dari nonton sinetron. Yang paling terpenting lagi, kedekatan orang tua dengan anaknya. Seorang anak yang paling dibutuhkannya adalah perhatian dari orang tuanya. Banyakin aktivas, baik itu bermain, belajar bersama anak-anak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel