Pengertian Toleransi Beragama dalam Islam dan Contohnya

Pengertian Toleransi Beragama dalam Islam dan Contohnya
Pengertian toleransi pada dasarnya sangat sederhana dan mudah dipahami. Tapi dalam praktek kenyataannya masih sulit untuk diterapkan. Kebanyakan toleransi yang nampak dari pandangan mata, dikekang oleh aturan undang-undang supaya semua orang saling menghormati antara perbedaan keyakinan, perbedaan budaya, dan juga perbedaan politik. Padahal tanpa UU toleransi sudah diajarkan oleh agama. Sederhananya, pengertian toleransi adalah membiarkan yang berbeda dan bukan mencampuradukan perbedaan.

Dalam pengertian toleransi beragama, setiap agama diyakini umatnya sebagai agama terbaik, yang mengajarkan kebaikan dan menghantarkannya menuju tempat terbaik. Sehingga, dalam pengertian toleransi beragama setiap orang yang berbeda keyakinan dibiarkan untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan kayakinannya. Tidak boleh ada yang menggangu dan itulah toleransi beragama.

Dalam ajaran Islam toleransi sudah sangat jelas, misalnya ayat yang berbunyi "agamamu untukmu dan agamaku bagiku". Pengertian toleransi beragama dalam Islam sangat kuat sekali, yaitu membiarkan pemeluk agama lain untuk beribadah, diharamkan menggangu dan memaksa keyakinan orang lain. Ini toleransi yang luar biasa, yang sudah sampai level melindungi perbedaan dalam beragama.

Baca juga: Dalil yang Memperbolehkan dan Melarang Mengikuti Merayakan Tahun Baru untuk Umat Islam

Tapi, dalam Islam setiap umat punya kewajiban untuk berdakwah. Menginformasikan ajaran Islam kepada siapa saja dengan prinsip mau diterima atau tidak bukan persoalan. Diharamkan dalam Islam memaksa keyakinan orang lain, karena tugasnya hanya berdakwah bukan memberikan hidayah.

Contohnya toleransi yang diajarkan Islam sudah nyata diterapkan di negara dengan mayoritas muslim. Tidak ada penghalangan atau pemaksaan terhadap agama minoritas oleh agama Islam. Malahan, mereka dilindungi dan merasa aman dalam melaksanakan ibadahnya masing-masing.

Namun, sangat disayangkan ada oknum atau pihak yang menjadi provokator dengan dalih-dalih toleransi. Seolah-oleh Islam tidak toleransi terhadap agama lain, karena tidak mau masuk ke agama lain dalam konteks dan ranah tertentu. Misalnya, umat Islam yang tidak mau mengucapkan selamat natal, dianggan intoleransi. Ini kan anggapan ngacoh, sebab Islam memberi batasan dalam hal aqidah. Oleh karena itu, semua orang dan agama lainnya harus bertoleransi dengan kayakinan tersebut.

Di tempat mayoritas penduduk beragama Islam, banyak gereja berdiri, wihara, pura, kelenteng, dan lain sebagainya. Ini sudah membuktikan tingginya toleransi dari ajaran Islam. Dan ini harus dicontoh negara-negara dimana agama Islam menjadi agama minoritas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel