Petunjuk Cara Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan dan Matahari (Shalat Kusufain)

Saat terjadi gerhana matahari atau bulan, Rasulullah menganjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana. Yang dipimpin oleh iman yang menyeruhkan "ash-shalatu jami'ah", kemudian melaksanakan shalat 2 raka'at. Tiap-tiap raka'at terdiri dari 2x berdiri, 2x ruku', dan 2x sujud. Masing-masing raka'at harus membaca surat Al-fatihah dan surat panjang yang dibaca secara keras / jahar, serta pada ruku' dan sujud dianjurkan untuk memperlama bacaan tasbih. Kemudian, setelah selesai pelaksanaan sholat gerhana (kusufain), dilanjutkan dengan khutbah yang isinya menekankan pada memperbanyak tobat (membaca istighfar), sedekah, dan amalan kebaikan lainnya.

Istilah yang ditemukan dalam hadist-hadist nabi merujuk kepada sholat gerhana ada dua, yaitu kusuf dan khusuf. Kedua istilah tersebut dapat dipertukarkan secara bergantian, namun dalam leteratur fikih dan kalangan fukaha, sering menggunakan kata kusuf untuk gerhana matahari dan kata khusuf untuk gerhana bulan. Sedangkan, penggunaan kata ganda yang menyebut gerhana matahari dan bulan adalah kusufain.

A. Dasar Perintah Shalat Gerhana bulan dan matahari (shalat kusufain) secara syar'i

Ada dua hadist, baik secara fikliah dan kauliah yang menerangkan shalat kusufain. Secara fikliah, hadist ini terkait pelaksanaan shalat gerhana langsung dipraktekan oleh Rasulullah. Sedangkan secara kauliah, hadist tersebut memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana.

Berikut ini kedua hadist tersebut;
hadist fikliah sholat gerhana (shalat kusufain)

dan
hadist kauliah sholat gerhana (shalat kusufain)

B. Petunjuk Cara Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan dan Matahari (Shalat Kusufain)

1. Pelaksanaan sholat gerhana dilaksanakan secara berjama'ah dan dipimpin oleh imam yang menyeruh "ash-shalatu jami'ah" tanpa ada azan dan iqomah.

2. Shalat kusufain dilaksanakan 2 raka'at, dengan berdiri, ruku' dan sujud 2x disetiap raka'atnya. Pada masing-masing raka'at membaca Al-fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surat panjang dengan jahar oleh imam. Jika ditotal, jumlah surat Al-fatihah yang di baca ada 4x.

3. Runutan pelaksanaan shalat kusufain, pada raka'at pertama diawali dengan niat, imam menyeruh "ash-shalatu jami'ah". Membaca Iftitah, dilanjutkan dengan membaca surat panjang dengan jahar (keras), lalu ruku' (baca tasbih dengan lama). Berikutnya i'tidal (sami'allahu liman hamidah) baca tasbih "rabbana wa lakal-hamd", kemudian berdiri kembali (lurus), baca Al-fatihah dan dilanjutkan membaca surat Alqur'an yang lebih pendek dari yang pertama. Selanjutnya ruku', i'tidal, sujud, duduku diantara dua sujud, sujud, lalu berdiri untuk memasuki raka'at yang kedua.

Untuk pelaksaan raka'at yang ke2, pelaksanaannya sama seperti pada raka'at pertama sholat gerhana. Yang diakhir dengan tasyahhud akhir dan salam.

Dalil pengerjaan shalat gerhana yang dilakukan Rasulullah
dalil pengerjaan shalat gerhana yang dilakukan Rasulullah
Terjemahan: ​ Dari ​ ‘​Aisyah (diriwayatkan) bahwa Nabi saw menjaharkan bacaannya dalam shalat khusuf; beliau salat dua rakaat dengan empat rukuk dan sujud. [HR al-Bukhari dan Muslim, lafal ini adalah lafal Muslim]

4. Pelaksanaan sholat gerhanapun telah selesai sesuai dengan petunjuk. Lalu, dilanjutkan khutbah gerhana oleh imam dan jama'ah wajid tetap duduk dengan tenang untuk mendengarkannya. Pelaksanaan khutbah gerhana seperti pelaksanaan khutbah 'idul fitri/adha yang terdiri dari 1x khutbah. Pada khutbah gerhana, dianjurkan khatib memberikan wejangan tentang peringatan akan tanda-tanda kebesaran Allah swt, perbanyak bertaubat (istighfar), bersedekah, dan berbuat banyak amal kebajikan lainnya.

Sumber: dikutip dari Tuntunan Shalat Kusufain (Shalat Gerhana Matahari / Bulan)
Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah
Oleh : Majelis Tarjih, Tajdid, dan Majelis Tabligh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel