Filosopi Laba-Laba dalam Dunia Usaha banyak Diterapkan Cina

Usaha apapun yang dilakukan pastilah bertujuan mendapatkan keuntungan. Banyak teknik yang dilakukan dalam usaha dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Teknik yang berbeda-beda tersebut, terkadang baru ngehh saat di praktekkan oleh orang lain. Banyak cara yang unik, lucu, dan menarik dalam menarik sang pembeli. Termasuk yang akan di bahas pada tulisan ini, yaitu ‘laba-laba’. Laba-laba merupakan hewan yang memiliki rumah dengan jaring-jaring yang dibuat dari dalam perutnya. Selain sebagai rumah, jaring laba-laba tersebut berfungsi menangkap mangsa. Jaring yang lengket akan membuat mangsanya terjerat, bahkan si laba-laba itu sendiri bisa terjerat jika salah menginjakkan kakinya.
Filosopi Laba-Laba dalam Dunia Usaha banyak Diterapkan Cina

Laba-laba di kaitkan dengan teknik dalam dunia usaha tentu memiliki filosopi. Filosopi laba-laba dalam dunia usaha banyak diterapkan orang-orang Cina. Mungkin ada kelompok lain yang juga menerapkannya, tapi kelihatannya Cina menjadi mayoritas. Terlihat yang ada di Indonesia, umumnya teknik dagangnya sama, yaitu menggunakan teknik laba-laba.

Filosopi dari laba-laba yaitu menjadikan rumah sebagai tempat mendatangkan makanan. Beda dengan hewan lain, yang harus memburu mangsanya untuk mendapatkan makanan, sedangkan pada rumah laba-laba dijadikan tempat mendatangkan mangsa.

Pengusaha yang menggunakan filosopi laba-laba sebagai teknik dalam usahanya, akan membangun rumah yang sekaligus sebagai toko baginya. Contohnya saja, rumah 2 lantai. Lantai bawah digunakan sebagai toko untuk berdagang, sedangkan lantai 2 difungsikan sebagai rumah pada umumnya.

Rumah yang juga difungsikan sebagai toko tentu akan mengundang para pembeli. Dan pembeli tersebut akan memberikan keuntungan sebagai ladang rezeki untuk makan. Cara ini berbeda dengan penjual yang berjualan di luar rumah. Yang berada di pasar perbelanjaan, si penjual harus menyewa lapak dagang atau membeli tempat untuk berjualan.

Dulu terlihat aneh, ketika melihat ada rumah yang dijadikan sebagai toko. Rumahnya tampak berantakan dari depan, karena beragam barang yang dijual dan lalu lalang para pembeli. Saat ini, rasa aneh itu sudah hilang karena banyak toko yang modelnya begitu. Rumah model yang digunakan sebagai toko biasanya disebut dengan Ruko. Jelas dari bentuk rumahnya berbeda dengan rumah pada umumnya. Ruko itu sangat berhubungan erat dengan pedagang cina, yang menampilkan bentuk rumah berbeda dari rumah orang-orang pada umumnya.

Ruko sangat banyak ditemui di daerah perkotaan, yang memang notabenenya sebagai tempat dagang. Banyak orang datang ke kota, ke ruko-ruko yang menjadi toko tersebut untuk membeli berbagai barang keperluan. Nah, sangat benar sekali filosopi laba-laba yang digunakan sebagai perangkap mendatangkan rezeki dari para pembeli. Tidak harus berada di luar rumah, di dalam rumahpun bisa membangun usaha.

0 Response to "Filosopi Laba-Laba dalam Dunia Usaha banyak Diterapkan Cina"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel