Hidup Menua, Melemah, Melambat, dan Melupa adalah Takdir yang Tak Dapat Dihindari. Jangan Sia-siakan Waktu Hidup Hari Ini, Mengapa?

Hidup ini pada hakekatnya hanya tiga hari, yakni hari kemarin yang tidak dapat diulang kembali, hari ini yang merupakan waktu kehidupan pasti yang masih diberikan Tuhan, dan hari esok yang tidak tahu bisa dilewati atau tidak. Yang benar-benar kehidupan itu sesungguhnya hanyalah hari ini. Sebab esok hari tidak ada yang menjamin masih bisa menghirup udara atau tidak. Oleh karenanya, hari ini merupakan hari terpenting, sehingga jangan sampai dibuang tanpa amalan baik untuk bekal di perjalanan pulang menghadap ilahi nantinya.
Hidup Menua, Melemah, Melambat, dan Melupa adalah Takdir yang Tak Dapat Dihindari

Hari ini menjadi titik sentral yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Hari ini merupakan hasil dari masa lalu dan masa depan adalah hasil dari hari ini. Dalam hidup yang terpenting akhir dari sebuah perjalanan. Dalam perjalanan ada tujuan yang akan dicapai. Walau dalam perjalanan tersebut mendapat berbagai rintangan, cobaan dan hambatan. Namun, jika sudah sampai di tempat tujuan yang baik, menyenangkan, dan kekal, maka cobaan dari perjalanan yang telah dilalui menjadi kenangan terindah dan manis.

Di ujung akhir dari sebuah perjalanan ditentukan hari ini. Sehingga, jadikanlah hari ini menjadi hari terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Hari ini adalah kehidupan yang sebenarnya dari sebuah takdir.

Ingat! sebagai manusia telah ditakdirkan oleh Allah, hidup menua, melemah, melambat dan melupa.  Seseorang itu semakin tua akan semakin memburuk hidupnya. Tapi yang terpenting pastikan menuanya semakin dekat kepada Tuhan. Janganlah bangga atas segala panggilan hebat yang ada di dunia ini, sebab setiap orang sedang menunggu panggilan Allah untuk menghadap-nya dan mempertanggungjawabkan segala amalannya yang ada di dunia.

Jauhkan diri dari sifat sombong, takabbur dan ujub. Karena itu merupakan pakaian Tuhan. Bagi siapa saya yang memakainya, tentu dipastikan tidak bakalan masuk surga-nya Allah, sebagai tempat terakhir dalam perjalanan manusia yang diinginkan. Contohlah seorang bayi yang tidak ada rasa sombong di dalam dirinya. Semua orang senang melihat bayi, karena memang tidak ada rasa sombong yang membuatnya sangat berdosa.

Kalimat 'jangan sia-siakan hari ini' harus digaris bawahi dalam benak pikiran, supaya jangan lagi berharap esok hari untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Jika esok hari merupakan efek dari perbuatan hari ini, seharusnya jika ingin kebaikan esok hari, maka lakukan kebaikan untuk hari ini.

Janganlah sia-siakan kehidupan yang telah diberikan untuk hari ini, sebab mungkin saja hari ini menjadi hari terakhir hidup di dunia ini. Semoga menjadi renungan bersama dan bermanfaat buat pembaca.

Baca juga: 5 Penyesalan yang Disesalkan Manusia Setelah Mati

0 Response to "Hidup Menua, Melemah, Melambat, dan Melupa adalah Takdir yang Tak Dapat Dihindari. Jangan Sia-siakan Waktu Hidup Hari Ini, Mengapa?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel