Inilah Lima Macam Usaha untuk Memenuhi Kebutuhan dengan Cara yang tidak Halal Merugikan Orang Lain

Dalam memenuhi kebutuhan seseorang harus melakukan usaha dan tentunya usaha yang dilakukan harus yang halal dan tidak merugikan orang lain. Mau memilih usaha yang halal atau tidak halal, kembali kepada manusianya. Tapi ingat! setiap perbuatan yang tidak baik tentu akan menerima dampak yang buruk juga, jika tidak hari ini, besok, lusa atau di masa yang akan datang. Sehingga, mulai dari pikiran sampai perbuatan dalam menjalankan usaha, haruslah kepada yang halal saja.
Inilah Lima Macam Usaha untuk Memenuhi Kebutuhan dengan Cara yang tidak Halal Merugikan Orang Lain

Banyak orang mengira cara yang tidak halal memudahkan dirinya untuk mendapatkan sesuatu kebutuhan yang diingini-nya. Padahal masih banyak usaha halal yang juga menjamin kesuksesan dalam meraih apa yang diinginkan. Oleh karenanya cara yang tidak halal pun ditempuh untuk mendapatkan sesuatu yang lebih cepat.

Jalan yang ditempuh dengan ketidakhalalan, ternyata bukan saja buruk bagi diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain. Mungkin sesaat merasa sangat diuntungkan, tapi yakinlah itu hanyalah sesaat. Sebaliknya, akibat yang akan diterima dari perbuatan tersebut, akan lebih buruk dan membinasakan hasil dari usaha yang tidak halal yang sudah diperbuat. Berikut ini lima macam usaha untuk memenuhi kebutuhan dengan cara yang tidak halal merugikan orang lain.

1. Mencuri atau Merampok

Usaha mencuri atau merampok jelas jelas merugikan orang lain. Sebab barang/uang yang dicuri tentu saja milik orang lain. Orang yang kehilangan barang/uang tersebut, pastilah dirugikan. Pemilik sudah susah payah mendapatkan barang itu, tapi dengan seketika dirampok oleh orang lain.

2. Usaha Penipuan (Bisnis Bodong)

Menjalankan usaha kredit uang dengan bunga yang sangat tinggi. Bunga yang tinggi menyulitkan bagi peminjam untuk membayar hutangnya. Usaha ini menzholimi orang lain dan ketika peminjam tidak bisa membayar, maka jaminan surat berharga akan diambil. Kegiatan ini sering dikenal dengan Rentenir.

Baca juga: Apakah Bunga Bank Sama Dengan Riba?, Simak Jawabannya Berikut Ini!

3. Perjudian

Usaha perjudian selalu menguntungkan bandar. Para pemain hanya sebagai penyumbang uang kepada orang yang menjalankan bisnis tersebut. Jika pun ada pemain yang mendapatkan hasil dari, maka itu menguntungkan bandar dan merugikan pemain yang kalah.

4. Menjual Barang tidak Halal

Barang yang tidak halal bermacam-macam, misalnya narkoba dan minuman keras. Menjual minuman keras, tidak hanya merugikan seorang saja. Minuman keras tersebut lebih buruk lagi kepada orang lain dari peminumnya. Peminum minuman keras dapat melakukan kejahatan yang tidak disadarinya. Contohnya, menyetir mobil atau mengendarai sepeda motor dapat mencelakakan pejalan lainnya, melukai keluarganya karena pikiran sudah tidak karuan, dan mengganggu ketentraman lingkungan banyak orang.

5. Nepotisme

Nepotismi ini kerap terjadi dalam usaha mendapatkan jabatan. Ada famili dekat yang tidak memiliki skill, lolos jadi pejabat karena disokong oleh pejabat di dalam pemerintahan. Atau ada jatah untuk pejabat meletakkan orang untuk mendapatkan sesuatu yang bukan haknya dan itu usaha tidak halal. Nepotisme tentu merugikan orang yang seharusnya lebih pantas, lebih handal, dan lebih profesional dalam mengemban tugas sebagai pejabat. Tapi karena Ia tidak memiliki orang dalam, maka tidak diloloskan.

0 Response to "Inilah Lima Macam Usaha untuk Memenuhi Kebutuhan dengan Cara yang tidak Halal Merugikan Orang Lain"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel