Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menilai Perkembangan Usaha yang Mengalami Kemajuan dan Teknik Mengembangan Usaha Tersebut

A. Pengertian Perkembangan Usaha

Sebuah perkembangan usaha ditanggungjawab-in oleh si pengusaha/wirausahawan yang memiliki pandangan ke depan, memiliki motivasi yang kuat untuk maju, dan seorang yang kreatif (dikutip; Anoraga, 2007:66). Seorang pengusaha yang memiliki pemikiran jauh ke depan, punya motivasi, dan memiliki kreatifitas tinggi, maka usaha yang dijalankan punya peluang sangat besar untuk bisa sukses, mulai dari merintis dari awal sampai menuju skala menengah, dan kemudian sampai pada usaha skala besar. Sebuah usaha tentu dimulai dari merintis (dari sebuah ide untuk membangun usaha), kemudian dapat dijalankan dengan melakukan kerjasama atau dengan cara membeli usaha miliki orang lain, yang biasa disebut dengan franchising.
Menilai Perkembangan Usaha yang Mengalami Kemajuan dan Teknik Mengembangan Usaha Tersebut

Dalam membangun bisnis, perlu diperhatikan tujuan usaha itu dijalankan mau diarahkan kemana. Itulah pentingnya dari pengembangan sebuah usaha. Dengan mengembangkan usaha, maka bisnis akan terus berjalan dengan baik dan akan bertahan sampai lama. Untuk itu, dalam pengembangan bisnis banyak aspek yang dibutuhkan dalam mendukung upaya pengembangan usaha tersebut, misalnya pada bidang produksi dan pengolahan, marketing (pemasaran), sumber daya, teknologi, dan lain sebagainya.

B. Perkembangan Usaha dengan Beberapa Tahapan

Dikutip dari; Pandji Anoraga (2007:90), sebuah perkembangan usaha dapat dicapai dengan baik melalui beberapa tahapan. Berikut ini tahapan dalam sebuah perkembangan usaha:

1. Tahapan - Identifikasi Peluang Usaha
Pada tahapan ini, diperlukan informasi yang tepat, jelas dan benar. Supaya, jelas dalam mengidentifikasi peluang yang ada. Untuk mendapatkan informasi tersebut, dapat didapatkan dari berbagai sumber, misalnya;
a. Diperoleh dari perencanaan manajemen perusahaan yang sudah di rancang.
b. Bahan masukan berupa saran atau usulan dari manajemen
c. Program-program perusahaan ke depan dan pemerintah
d. Informasi dari temuan kajian riset peluang usaha
e. Informasi dari kadin atau asosiasi usaha yang sejenis

2. Tahapan - Mencari Rumusan Alternatif Usaha
Setelah informasi dalam mengidentifikasi peluang usaha telah diperoleh, maka petinggi/manajer perusahaan dapat menganalisis, lalu mengambil kebijakan untuk merumuskan peluang usaha yang bisa dijalankan.

3. Tahapan - Penyeleksian Sebuah Alternatif Usaha
Pada tahapan ini berguna untuk memilih usaha yang memiliki prospek yang terbaik bila dijalankan. Dalam menentukan usaha yang memiliki prospek yang bagus, ada 3 dasar yang dapat digunakan sebagai kriteria-nya;
a. Ketersediaan pasar
b. Resiko kerugian dan kegagalan bisa usaha dijalankan
c. Modal yang diperlukan

4. Tahapan - Melaksanakan Usaha
Jika tahap penyeleksian sudah ok. Masuk pada tahap selanjutnya, yaitu menjalankan usaha yang telah dipilih tersebut.

5. Evaluasi Usaha yang Dijalankan
Setelah usaha berjalan, perlu dilakukan sebuah evaluasi yang bertujuan sebagai koreksi dan perbaikan dimasa yang akan datang terhadap usaha tersebut. Termasuk juga menampung aspirasi dan masukan stakeholders bersangkutan untuk bisa diterapkan agar usaha semakin baik.

C. Menilai Perkembangan Usaha yang Mengalami Kemajuan

Usaha yang dirintis, dibangun, dan dikembangkan diharapkan terus mengalami kemajuan. Tapi, tentu tidak semua usaha yang dijalankan sesuai dengan harapan. Ada usaha yang dijalankan stagnan dan omsetpun tidak mencapai target.

Untuk menilai perkembangan usaha itu mengalami kemajuan atau tidak, ada 5 hal yang perlu dilihat:
  1. Jumlah pelanggan usaha yang ada, apakah semakin mengalami peningkatan atau penurunan?. Jika, usaha yang dijalankan terlihat trend pelanggan yang terus naik, ini merupakan indikasi usaha yang maju.
  2. Produksi dan jenis produk semakin bertambah. Perkembangan usaha yang mengalami kemajuan, tentu saja produksinya semakin meningkat, dan juga produk baru juga diproduksi.
  3. Penjualan produk semakin luas jangkauannya. Pasar yang digarap semakin melebar, yang mungkin awalnya hanya lokal kota sendiri saja, tapi kemudian dapat dipasarkan sampai ke luar kota.
  4. Bertambahnya modal yang dimiliki sebagai kekuatan dalam mengembangkan usaha. Dengan kuatnya modal usaha yang ada, usaha pun dapat dikembangkan lagi dengan membuka cabang-cabang nya.
  5. Kekayaan usaha bertambah. Banyak aset perusahaan yang sudah dimiliki sangat berpengaruh pada keberlangsungan jangka panjang dari usaha yang dijalankan. Itu karena, aktiva atau barang berharga tersebut dapat digunakan sebagai penopang dari usaha yang dimiliki.
D. Teknik Pengembangan Usaha

Dilakukannya pengembangan usaha adalah sebagai tugas/proses dalam menggapai tujuan bertumbuhnya usaha yang dijalankan. Pengembangan usaha itupun dapat ditempuh dengan berbagai cara yaitu sebagai berikut;

1. Memperluas Skala Usaha
Caranya yaitu dengan;
  1. Menambahkan peralatan produksi (mesin), tenaga kerja, dan memperbesar modal yang dikeluarkan untuk usaha sebagai sebuah investasi. Produksi yang diperbanyak harus diselaraskan dengan prospek pemasarannya.
  2. Jenis produk atau jasa baru yang perlu diproduksi. Bertambahnya jenis produk/jasa sangat baik dilakukan untuk menaikkan skala ekonomi dan menurunkan biaya jangka panjang.
  3. Memperluas jangkauan pemasaran produk dengan memperhatikan; produktivitas modal dan tenaga kerjanya, biaya tetap dan variabel, biaya average, dan skala produksi yang paling memberikan keuntungan. Jika, skala usaha telah berkembang sampai pada titik tertinggi, perlu dihentikan pengambangan skala usahanya. Sebagai alternatif lain, menambah cakupan usaha yang dapat dikembangkan.
2. Memperluas Cakupan Usaha (Diversifikasi Usaha)
Caranya;
  1. Mengembangkan usaha baru di wiliyah yang baru
  2. Mencipkan jenis produk baru dan bervariasi
3. Memperluas Usah dengan Melakukan Kerja Sama, Merger, dan Ekspansi
Usaha ini dapat dilakukan dengan cara;
  1. Joint Venture. Joint venture merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan beberapa perusahaan bergabung menjadi satu untuk mewujudkan konsentrasi dengan kekuatan-kekuatan yang lebih rendah pesaing.
  2. Merger. Merger merupakan penggabungan 2 perusahaan menjadi dan penggabungan tersebut menciptaan perusahaan baru. Merger di bagi menjadi 3, yaitu; merger yang dilakukan oleh perusahaan dengan usaha sejenis (merger horizontal), merger oleh perusahaan dengan perusahan yang saling memiliki hubungan (merger vertikal), dan merger perusahaan yang memiliki produk berbeda dan tidak ada saling keterkaitan satu dengan yang lainnya.
  3. Akuisisi (Holding Company). Akuisisi merupakan penggabungan perusahaan yang menyebabkan satu perusahaan diambil alih saham secara keseluruhan, sehingga perusahaan tersebut menjadi hilang dan melebur kepada perusahaan yang meng-akuisisi.
  4. Sindikat. Sindikat merupakan kerjasama yang dilakukan para investor untuk membangun perusahaan besar.
  5. Kartel. Kartel merupakan perusahaan yang melakukan kesepakatan tertulis diantara perusahaan-perusahaan sejenis dengan tujuan untuk menekan pesaing dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. 

Post a Comment for "Menilai Perkembangan Usaha yang Mengalami Kemajuan dan Teknik Mengembangan Usaha Tersebut"