Perhitungan Nilai SKD CPNS untuk Lolos ke Tahap Selanjutnya (SKB)

Saat ini tengah berlangsung penseleksian calon penerimaan pegawai negeri sipil yang melalui beberapa tahapan, salah satunya harus lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sudah ada formasi dan beberapa daerah melaksanakan SKD, dan nilainya nampak sangat tinggi serta lebih mudah dicapai oleh para peserta ujian dalam memenuhi standart Passing Grade (ambang batas). Ini dikarenakan soal yang diberikan telah dikurangi bobot kesukarannya. Coba cek saja, bagi Anda yang selalu mengikuti ujian CPNS tersebut, mungkin merasakan bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya. Begitupun dengan capaian SKD juga sudah diturunkan, sehingga peserta lebih mudah untuk bisa melewati nilai passing grade tersebut.
Perhitungan Nilai SKD CPNS  untuk Lolos ke Tahap Selanjutnya (SKB)
sumber: detik.com

Dilansir dari finance.detik.com, megutip dari Paryono yang menjabat sebagai Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN), menyebutkan; "Menuju masa pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menerbitkan surat Nomor B/III/M.SM.01.00/2020 perihal Tambahan Pengaturan Penentuan Peserta Lulus SKD yang Berhak Mengikuti SKB." Bagi peserta yang telah lolos SKD yang memenuhi ambang batas (passing grade) dan 3 x kuota formasi yang tersedia dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Jika ada peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS yang memperoleh nilai yang sama, maka akan dilihat peserta yang paling tinggi nilainya berdasarkan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Namun, ketika peserta tersebut juga memiliki nilai yang sama pada 3 sub-tes (TKP, TIU, dan TWK) tersebut dan berada pada passing grade jumlah kebutuhan formasi, maka keseluruhan peserta tersebut boleh mengikuti SKB.

Berikut ini, informasi nilai ambang batas (passing grade) yang harus dipenuhi peserta SKD CPNS untuk lolos ke tahap selanjutnya (SKB), yaitu;
- TKP = 126
- TIU = 80
- TWK = 65

Mari lihat contoh kelolosan SKD CPNS, berikut ini:

- Peserta 1: TKP = 140, TIU = 100, dan TWK = 125, berarti totalnya 365
- Peserta 2: TKP = 138, TIU = 115, dan TWK = 105, berarti totalnya 358
- Peserta 3: TKP = 135, TIU =   95, dan TWK = 107, berarti totalnya 337
- Peserta 4: TKP = 137, TIU = 105, dan TWK =   95, berarti totalnya 337

Apabila penerimaan CPNS hanya dibutuhkan 1 formasi saja, yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya adalah perserta 1, 2, dan 4. Pada contoh di atas, si peserta 3 tidak masuk walaupun total SKD-nya sama dengan peserta 4, karena TKP dan TIU lebih tinggi si peserta 4. Sedangkan yang dibutuhkan hanya 1 formasi saja. Tapi peserta 3 akan lolos ke tahap SKB jika ada 2 formasi. Untuk kuota 3 x formasi yang dibutuhkan, sehingga 1 formasi berarti kuotanya untuk 3 orang yang bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Akan tetapi bila nilai sub-tes peserta 3 dan 4 sama (TKP, TIU, dan TWK);
- Peserta 3: TKP = 135, TIU = 95, dan TWK = 107, berarti totalnya 337
- Peserta 4: TKP = 137, TIU = 95, dan TWK = 107, berarti totalnya 337
Maka peserta 3 dan 4 bisa masuk ke tahap SKB, walaupun hanya 1 formasi. Walaupun demikian, kecil kemungkinan memang hal tersebut bisa terjadi dengan nilai sub-tes yang sama.

Baca juga: Contoh Surat Lamaran Kerja CPNS

Itulah perhitungan nilai SKD CPNS, semoga Anda bisa melewatinya dengan baik. Dan ingat! Standarisasi penilainnya itu memang penting, tapi lebih penting lagi adalah memenangkan nilai dari para peserta yang mengikuti ujian tersebut.

0 Response to "Perhitungan Nilai SKD CPNS untuk Lolos ke Tahap Selanjutnya (SKB)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel