5 Ketentuan Berpakaian sesuai Syariat Islam yang Perlu Diimplementasikan dalam Kehidupan

5 Ketentuan Berpakaian sesuai Syariat Islam
Islam mengajarkan segala hal yang baik dan benar kepada kehidupan manusia, termasuk ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam. Ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam tentu maksudnya manusia diajarkan cara berpakaian yang tidak dilarang Islam. Hal ini bukan berarti manusia tidak bisa bergaya dalam berpakaian dan menunjukkan bahwa Islam itu kaku di dalam dunia fashion dalam berpakaian. Itu sangatlah keliru, sebab adanya syariat Islam mengatur berpakaian supaya manusia itu terjaga kehormatannya dan mulia dihadapan manusia dan Tuhan.

Berpakaian sesuai syariat Islam menunjukkan bahwa manusia itu makhluk yang mulia dan ber-adab. Kemuliaanya akan terlihat dari cara berpakaiannya. Bukan, maksudnya pakaian mahal, mewah dan pakain baru yang harus dikenakan. Tapi pakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini 5 ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam yang perlu implementasikan dalam kehidupan:

1. Pakaian yang menutup aurat

Laki-laki punya batasan auratnya dan perempuan juga memiliki batasan auratnya. Aurat tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh nampak oleh orang yang tidak memiliki hak. Sebagusnya pakaian yang menutup aurat, baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan.

Dalam surat Al-'Araf (7): 26, menyebutkan:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا

Terjemahan: “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan."

2. Pakaian yang tidak tembus pandang (transparan/tipis)

Pakaian yang menutup aurat saja belum cukup ketika pakaian tersebut tembus pandang. Tubuh akan terlihat walau samar-samar karena pakaiannya terbuat dari kain yang tipis. Ini sama saja berpakain tapi secara tidak langsung dalam keadaan telanjang. Hati-hati jenis pakaian seperti ini dalam kondisi tertentu akan nampak lebih jelas, misalnya saat berkeringat atau terkena hujan.

Diriwayatkan oleh Muslim no. hadist 2128, menyebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا»

Terjemahan: Diriwayatkan oleh Abu Hurairah: ”Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.

3. Pakaian yang longgar

Syariat menuntun untuk memilih pakaian yang tidak ketat. Pakailah pakain yang longgar, selain bisa bergerak lebih leluasa, pakain pun tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Apalagi perempuan yang menggunakan pakaian semacam ini, sangat buruk dampaknya dan mengundang malapetaka.

4. Pakaian yang sesuai fitrah

Maksud berpakaian sesuai fitrahnya adalah memakai pakaian sesuai dengan jenisnya, bila laki-laki ya berpakain dengan pakain seorang laki-laki dan bila perempuan kenakan pakaian sesuai jenis pakaian perempuan. Jangan sebaliknya, yang laki-laki pakai pakaian seperti yang digunakan perempuan dan perempuan menggunakan jenis pakaian yang dikenakan laki-laki.

Diriwayatkan oleh Bukhari no 159, menyebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Terjemahan: Diriwayatkan Ibn ‘Abbas Ra., berkata: “Rasulullah saw melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.

Walau hadist tersebut tidak secara eksplisit menerangkan soal pakaian. Tapi pernyataan menyerupai juga dimaksudkan dari segi berpakain yang menyerupai lawan jenis.

5. Pakaian yang tidak menggunakan simbol yang dilarang Islam

Pakaian yang dikenakan terdapat simbol yang dilarang Islam tidak diperkenankan oleh syariat. Mungkin saja simbol tersebut menunjukkan keyakinan orang kafir, simbol hewan, simbol tubuh manusia yang menampakkan aurat, dan simbol-simbol lainnya yang dilarang.

Bahkan dalam adabnya ketika sedang sholat berjama'ah jangalah menggunakan pakaian yang ada simbolnya, walaupun simbol tersebut tidak dilarang syariat. Tapi mungkin saja simbol tersebut dapat menggangu konsentrasi jama'ah lainnya dalam beridabah.

Baca juga: Larangan Panggilan Untuk Anak Angkat Menurut Islam

Semoga dengan mengamalkan 5 ketentuan berpakain sesuai syariat Islam tersebut menjadi ladang pahala di sisi Allah swt. Dan berpakaian sesuai syariat cukup mudah, serta selain dari yang dilarang boleh dikenakan, bahkan dengan kreasi yang unik sekalipun.

0 Response to "5 Ketentuan Berpakaian sesuai Syariat Islam yang Perlu Diimplementasikan dalam Kehidupan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel