Berdagang Menurut Islam Ala Rasulullah agar Sukses dan Berkah

Rasulullah sebagai suritauladan dalam semua aktivitas kehidupan manusia, termasuk dalam urusan berdagang. Terkait berdagang, Nabi Muhammad saw langsung memberikan contoh konkritnya, karena beliau pernah dalam hidupnya menjadi seorang pedagang. Perdagangan yang dilakukan Rasulullah terbukti sangat sukses dan sesuai dengan nilai-nilai keIslaman.
Berdagang Menurut Islam Ala Rasulullah agar Sukses dan Berkah

Dalam berdagang yang dipraktekan oleh Rasullah bertujuan pada valuenya, bukan semata-mata mendapatkan profitnya. Dan semua bidang kajian bisnis saat ini mengakui, value itu lebih tinggi kedudukannya daripada profit. Dengan value, usaha dapat mendatangkan profit dalam waktu yang jangka panjang. Berbeda yang orientasinya hanya pada profitnya saja, bisa bisa profit yang diperoleh hanya sebentar saja.

Jadi tolak ukur dalam menjalankan bisnis yang ideal adalah Rasulullah. Berdagang ala Rasulullah jika ikuti dengan benar, maka bukan hanya profit yang didapat, melainkan berkah dan ridho Allah swt akan menghampiri.

Kunci berdagang menurut Islam ala Rasulullah adalah Jujur. Kejujuran yang dicontohkan oleh Rasulullah sukses yang membawa keridhoan Allah swt plus profit dagang. Allah swt menyampaikan dalam Al-qur'an surat At-Tawbah (9): 119 dan Al-'Ahzab (33): 70


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ 
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Kamu bersama orang-orang yang benar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً 
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Dari 2 ayat di atas, kata benar itu identik dengan kejujuran. Sehingga, orang yang beriman pasti jujur. Ada sebuah hadits juga yang diriwayatkan oleh Imam Malik yang terdapat sebuah dialog antara seorang sahabat dengan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Berikut ini dapat dilihat secara lengkapnya:

و حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ جَبَانًا فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ بَخِيلًا فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا فَقَالَ لَا

Telah menceritakan kepadaku Malik dari Shafwan bin Sulaim berkata; “Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut?” Beliau menjawab: ‘Ya.”
Kemudian ditanya lagi; “Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil?” Beliau menjawab: “Ya.” Lalu ditanyakan lagi; “Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong?” Beliau menjawab: “Tidak.”
(HR. Imam Malik No. 1571)

Dari beberapa dalil di atas, jujur harus dilekatkan dalam melakukan dagang jika mengaku sebagai orang yang beriman. Sudah jelas kejujuran dalam berdagang yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Berikut ini beberapa praktek kejujuran ala Rasulullah yang membawa kepada kesuksesan dan keberkahan:
  • Jujur dalam menjelaskan detail produk yang di jual. Jika barangnya bagus dikatakan bagus, dan jika kurang bagus, maka Rasul mengatakan barang tersebut kurang bagus.
  • Jujur dalam timbangan. Bila barang tersebut dijual dengan cara menimbangnya, maka Rasulullah tidak pernah menguranginya.
  • Jujur bila pelanggan bertanya soal harga barang, bahkan Rasul juga pernah menyebutkan berapa banyak keuntungan yang Ia peroleh dari penjualan barang tersebut.
Banyak lagi keapikan yang dicontoh rasulullah dalam berdagang. Memang salah satunya adalah jujur. Dan yakinlah, jika jujur ini saja bisa diamalkan dengan baik, mudah-mudahan dagangan menjadi laris manis dan Allahpun memberikan ridhonya.

Baca juga: Filosopi Laba-Laba dalam Dunia Usaha banyak Diterapkan Cina

0 Response to "Berdagang Menurut Islam Ala Rasulullah agar Sukses dan Berkah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel