Peluang Usaha Saat Corona yang Booming dan Terpuruk, serta Tips Survive dalam Bisnis

Imbas dari adanya corona dibatasinya pergerakan aktivitas masyarakat. Baik itu Social Distancing maupun Physical Distancing yang diberlakukan di suatu wilayah atau negara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, disisi lain dampak buruknya adalah ekonomi menjadi terpuruk.
Peluang Usaha Saat Corona yang Booming dan Terpuruk

Ada usaha yang tetap survive di saat pembatasan diberlakukan, namun parahnya banyak usaha yang terpuruk atau pendapatan menurun drastis. Pada usaha yang terpuruk akibatnya juga sangat buruk, terutama bagi para pekerjanya yang banyak di-PHK dan banyak pengusaha yang menutup usahanya.

Wabah corona telah menyerang dunia dan mengakibatkan keterpurukan ekonomi, termasuk Indonesia yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat dan pemerintahannya dampak ekonomi yang ditimbulkan. Apalagi, tidak ada kepastian kapan berakhirnya bencana wabah corona ini akan terus berlangsung. Semakin memperparah keadaan, khususnya para pengusaha yang tidak dapat menjalankan usahanya.

Setiap bencana yang terjadi tentu tetap ada peluang. Peluang usaha saat corona inilah yang harus bisa ditemukan, kemudian dijalankan agar dapat tetap bisa survive. Untuk melihat peluang tersebut cek saja usaha yang sampai saat ini tetap eksis dan malah menjadi booming. Usaha tersebut menjadi booming karena pelaku usahanya semakin meningkat. Hal itu terjadi karena pengusaha beralih dari usahanya yang terkena dampak corona kepada usaha yang tetap bisa eksis saat terjadi pandemi.

Berikut ini usaha saat corona yang booming:
1. E-commerce
2. Remote working
3. Logistic 
4. Online schooling
5. Webinar / online training 
6. Netflix, indihome
7. Telco
8. Telemedicine
9. Cleaning services

Berikut ini usaha saat corona yang terpuruk:
1. Hotel 
2. Travel
3. Bioskop 
4. Mall 
5. Retail 
6. Electronik 
7. Property
8. MICE 
9. Persewaan kantor 
10. Restoran (tidak ada dine ini)

Pada daftar usaha yang booming di atas bisa dijadikan peluang usaha saat corona. Pilih salah satunya yang dapat dijalankan. Sedangkan pada usaha yang terpuruk bukan berarti harus ditinggal dan beralih ke bisnis lain. Dengan memanfaatkan sistem terbaharukan saat ini, bisnis yang berdampak buruk dari terjadinya covid-19 juga bisa survive.

Berikut ini perubahan yang harus diambil dari usaha terpuruk bila ingin tetap eksis, misalnya pada toko konvensional harus beralih kepada e-commerce. Walau toko tetap buka secara offline dengan tidak adanya pembeli seperti biasanya, dengan menggunakan e-commerce maka mempermudah penjualan dari toko tersebut. Para pelanggan bisa memesan dari rumah, disisi lain juga e-commerce dapat menjaring lebih banyak lagi pelanggan.

Perhotelan yang lagi sepi pengunjung, ubahlah fungsinya menjadi penyewaan kamar karantina. Banyak masyarakat yang mudik/pulang kampung bisa singgah di hotel terlebih dahulu. Kemudian juga, biasanya setiap hotel ada restorikanya. Manfaatkan juga untuk melayani food delivery.

Bioskop yang juga mengalami penuruanan penonton, bisa tetap menjual tiket nonton bioskop secara online yang lebih murah. Bagi yang membeli tiket dapat nonton secara streaming dengan ketentuan tiket hanya untuk sekali nonton. Penetapan harga yang lebih murah akan memicu banyak pembeli. 

Pelayanan jasa pendidikan yang juga terkena dampak dan membuat aktivitas pembelajar tatap muka terhenti, tetap bisa melakukan pembelajaran secara e-learning. Salah satunya menggunakan aplikasi zoom.


Pada intinya pendukung kepada usaha yang berdampak buruk sudah ada ramuannya. Salah satunya beralih ke sistem online menjadi solusi menghindari bencana yang lebih buruk lagi. Mungkin tidak semua usaha bisa beralih ke online, lalu tetap eksis. Tapi, peluang untuk tetap survive pasti ada dan cek saja usaha yang mudah untuk disinkronkan kepada sistem online.

Sebenarnya beralih kepada sistem online juga memiliki benefit:
  1. Produktivitasnya meningkat, karena penjualan semakin meluas
  2. Dapat menghemat biaya
  3. Gaji karyawan lebih murah terkait operator penjualan ataupun admin.
Nah, bagi perusahaan yang masih belum dijalankan secara digital, mulai sekarang harus bagung jika mau tetap eksis, caranya:
  1. Mengarah kepada cloud, Pelayanan IT, dan masalah pada kapasitas 
  2. Penjualan menggunakan sosial media
  3. Penjualan langsung kepada konsumen. Bila ada produsen, suruh mereka buat channelnya sendiri dalam mengembangkan yang terikat peraturan perusahaan.
  4. Bangun big data sebagai modal perusahaan menjaring konsumen
  5. Membangun marketplace (e-commerce)

Tips survive dalam bisnis, yakni:
  • Jangan berpikir wabah corona ini berjalan sementara. Mungkin saja akan berlangsung lama dari 1-2 tahunan. 
  • Usaha yang terkena dampak harus berusaha survive.
  • Mencari usaha yang booming, kuatkan secara branding dan lakukan soft selling, jangan hard selling.
  • Lakukan adaptasi terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Pelajari ilmu kecoa dan bunglon.
  • Hadapi kenyataan dengan pikiran terbuka dan keikhlasan.
  • Fokus kepada sesuatu yang bisa diperbuat.
  • Upgrade usaha secara online kepada online.
  • Berpikir secara jernih untuk mengambil kebijakan.
  • Lakukan pemotongan gaji kepada karyawan, mulai 10 hingga 50%. Tergantung kepada besaran gaji. Dana tersebut juga bisa dialokasikan untuk meng-upgrade kemampuan karyawaan untuk dapat menjalankan usaha dalam situasi pandemi. 

0 Response to "Peluang Usaha Saat Corona yang Booming dan Terpuruk, serta Tips Survive dalam Bisnis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel