Pinjaman Online Ala Rentenir

Di era digital ini banyak hal yang serba internet bisa dilakukan, termasuk meminjam uang. Banyak situs maupun aplikasi pinjaman online dengan syarat tertentu untuk meloloskan pinjaman tersebut yang dilakukan secara online. Cukup hanya berada di rumah saja, lalu memilih aplikasi yang dianggap terbaik dalam melayani pinjaman online. Selanjutnya akan ada informasi persetujuan dan administator akan menghubungi via telpon atau dibeberapa sistem pinjaman online lain, ada tim surveyor yang langsung datang ke rumah.
Pinjaman Online Ala Rentenir

Tidak membahas pinjaman online panjang lebar, to do point aja bahwa pinjaman online saat ini seperti rentenir pada tempo dulu. Melihat besarnya bunga yang ditetapkan kepada peminjam, rasanya sangat mencekik kantong dan tidak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh. Sebaliknya, dengan meminjam online uang Anda yang akan terkuras atau dengan kata lain pihak pinjol diuntungkan dengan mengambil uang Anda.


Memang kemudahan yang ditawarkan pihak pinjaman online menarik perhatian bagi beberapa orang untuk melakukan pinjaman. Padahal bila cermat menghitungnya, pinjaman online sangatlah merugikan pihak peminjam. Ada 4 alasan sederhana saja, yakni:
  • Bunga yang besar
  • Tenor yang pendek 
  • Potongan peminjaman
  • Denda telat bayar
Bunga yang besar memang rata-rata diterapkan oleh semua pinjol. Silahkan cek saja ke aplikasi yang terbaik sekalipun, Anda akan mendapati pembayaran bunga yang cukup tinggi. Bila dihitung tentu bunga pinjaman online lebih tinggi dari bunga bank saat kredit. Sedangkan bayar bunga kredit bank saja sudah ngos-ngosan rasanya sungguh berat.

Tenor yang pendek tentu akan menyulitkan peminjam untuk memanfaatkan dana pinjaman, seperti buat usaha kecil-kecilan atau mengalihkannya kepada investasi. Kecuali si peminjam jadi rentenir juga yang meminjamkan uang pinjol kepada orang lain. Nah, ini dia yang terlihat mengerihkan, sangat sadis bukan!

Potongan peminjaman kerap dilakukan saat dana cair atau data peminjam di setujui. Artinya dana pinjaman yang diberikan tidaklah bersih, misalnya meminjam 3 juta yang didapat 2,9 juta karena ada potongan dengan alibi biaya-biaya anu dan itu.

Denda telat bayar juga akan menghantui para peminjam online. Bila telat bayar dari tempo yang telah ditentuin, maka sisikanlah uang lebih untuk membayar dendanya. Nah, untuk bayar tepat waktu saja sudah susah ditambah lagi harus bayar denda.

Pada artikel ini tidak melarang siapa saja untuk meminjam ke situs atau aplikasi pinjaman online. Tapi, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu untuk apa uang pinjaman tersebut. Jika tidak penting dan mendesak untuk apa meminjam secara online yang bila salah pengalokasiannya akan memperoleh double kerugian. 

Memang ada kenikmatan saat penjaman di setujui, namun kenikmatan itu hanyalah sesaat saja. Setelah dana didapatkan rasa penderitaan akan lebih lama ditangggung sampai hutang tersebut terlunasi. Jangan aneh-aneh dan hanya untuk gagahan saja bila tidak dipikirkan matang-matang pinjaman online menjadi hancurnya keuangan Anda. 

Mungkin banyak berpikir, kan pinjamannya tidak besar. Untuk membayar jumlah pinjaman itu tidaklah berat. Ingatlah, bukan kecil pinjaman yang dilakukan tapi hitunglah kerugian yang Anda tanggung. Mosok Anda mau rugi?

Kecuali dana pinjaman bisa dikelola dengan super canggih yang keuntungannya 2 x lipat dari bunga yang ditetapkan oleh pinjol. Jika bisa seperti itu, tidak menjadi masalah. Tapi jangan sebaliknya, Anda rugi bila harus bayar cicilan pinjaman online tersebut. 


Fokuslah pada kerugian yang akan ditanggung bila meminjam secara online tersebut. Jangan pikirkan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pinjol. Untuk apa mudah mendapatkan dananya, tapi sulit dalam mengembalikannya. Mau dengan syarat tanpa KTA atau tidak akan sama hasilnya jika cicilan sungguh memberatkan. Maka sekali lagi pikirkan matang-matang untuk melakukan pinjaman online. 

0 Response to "Pinjaman Online Ala Rentenir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel