Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Dompet Kustodian dengan Non-Kustodian pada Aset Digital

Dompet Kustodian atau Non-Kustodian

Ingin membeli mata uang kripto (cryptocurrency)? Dimana Anda akan membelinya dan menyimpan aset tersebut?. Pertanyaan tersebut mengawali pembahasan mengenai apa itu dompet kustodian dan apa itu dompet non kustodian. 
Perbedaan Dompet Kustodian dengan Non-Kustodian pada Aset Digital

Saat ini momentumnya mata uang kripto dan blockchain. Sudah ratusan tipe dompet mata uang kripto untuk menyimpan kripto yang anda punya. Untuk memilih dompet, biasanya pengguna menginginkan sesuatu yang mudah dan memliki keamanan yang kuat. Pengguna pemula biasanya selalu simpan aset kripto mereka di dalam exchanger dan kebanyakan juga menyimpannya pada dompet kustodian. 

Pada dasarnya, menyimpan aset kripto ke dalam exchange berdompet kustodian. Berarti bahwa pemilik aset memberikan kepercayaan kepada perantara untuk mengawal asetnya. 

Apa dompet kustodian itu?

Dompet kustodian adalah pihak ke-3 seperti exchange atau layanan perantara (brokerage services), dimana pihak ke-3 dapat mengontrol aset kripto para pengguna. Pada dompet kustodian juga, pihak ke-3 memegang kunci pribadi (private key), sehingga memberikan pengawalan penuh bagi pihak ke-3 terhadap aset para pengguna tersebut. Pihak ke-3 hanya mengijinkan pada 2 transaksi saja, yaitu mengirim atau menerima. Di dalam dompet kustodian, pihak ke-3 akan menguruskan seluruh pendanaan dan aset kripto pengguna, serta semua pembiayaan dengan syarat pengguna tidak boleh melakukan segala transaksi tanpa keterlibatan pihak ke-3.

Apa kelebihan dompet kustodian?

1. Transaksi gratis (free transactions)

Salah satu kelebihan utama dompet kustodian adalah bahwa tidak ada biaya transaksi. Sehingga pengguna dapat membuat transaksi tanpa dikenakan biaya dalam ekosistem tersebut. 

2. Kunci pribadi hilang, aset tetap aman (no major effect of lost private key)

Di dalam dompet ini, ada pihak ke-3 yang mengurus dompet pengguna. Maka, jika kunci pribadi hilang dari pengguna, bisa memintanya kembali.

3. Memungkinkan cadangan yang lebih tinggi (higger backup possibility)

salah satu keuntungan dari dompet kustodian adalah memiliki otoritas pusat, di mana dompet pengguna dikelola mereka. Berfungsi dalam mengelola atau memulihkan semua transaksi yang pernah terjadi.

Bagaimana dengan kelemahan dompet kustodian? Di antara kelemahan dompet kustodian adalah sebagai berikut:

1. Kontrol kustodian atas uang (custodian's control over your money)

kelemahan terbesar menggunakan layanan kustodian adalah pengguna tidak memiliki otonomi atas dompetnya.

2. Memerlukan KYC (need for KYC)

Perlunya “know your customer” atau verifikasi ID. Kustodian sangat ketat dalam mengharuskan pengguna terhadap KYC. Jika user tidak memberikan KYC nya, maka kustodian tidak akan mengizinkan user melakukan transaksi di dompet tersebut.

3. Ancaman pelanggaran data (data breach threat)

Meskipun, kustodian mungkin bukan sasaran empuk bagi peretas (hackers), tapi mereka masih rentan terhadap pelanggaran keamanan.

4. Tidak ada fasilitas offline (no offline facility)

Koneksi internet merupakan suatu keharusan untuk masuk ke dompet atau untuk melakukan transaksi apa pun.

Ada berbagai dompet non-kustodian yang tersedia di marketplace, sementara sejumlah dompet non-kustodian bertambah setiap harinya, karena manfaat yang dibawa oleh dompet non-kustodian daripada dompet kustodian. Dompet non-kustodian adalah jenis dompet blockchain yang memungkinkan Anda menjadi bank Anda sendiri (your own bank). Ini menyiratkan bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas uang dan kunci pribadi-nya. Dompet ini melayani pengguna dengan dua jenis kunci pribadi untuk melakukan transaksi.

Yang pertama adalah Mnemonic Seed. Biasanya terdiri dari 12-24 kata yang dirancang dengan mengenkapsulasi kunci pribadi yang sebenarnya. Kunci ini, disimpan di perangkat pengguna, sehingga memungkinkan untuk mengakses beberapa akun secara bersamaan.

Yang kedua adalah Raw Private Key. Ini adalah kunci pribadi sebenarnya dalam bentuk mentah (alphanumeric string), yang juga disimpan di perangkat pengguna.

Apa keuntungan dari dompet non-kustodian?

1. Kontrol Pengguna atas Dana yang Dimiliki (user's control over funds)

Alasan utama mengapa dompet non-kustodian mendapatkan momentum besar adalah karena memberikan akses kepada pengguna ke dana mereka. Pengguna tidak perlu mencari pihak ketiga mana pun untuk mengelola pendanaan mereka atau melakukan aktivitas terkait dengan hal itu

2. Keamanan Uang (Safety in Funding) 

Karena semua detail yang terkait dengan dompet kripto pengguna dan dananya bergantung pada pengguna itu sendiri, sehingga risiko pelanggaran data jauh lebih rendah. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa hampir 70% pemegang kripto mengandalkan non-kustodian.

3. Penarikan Instan (Instant Withdrawals)

Tidak seperti dompet kustodian, dompet non-kustodian tidak memerlukan konfirmasi dari pihak ketiga untuk melakukan setiap transaksi. Ini menyederhanakan seluruh proses dan membuatnya lebih mudah untuk menikmati penarikan instan. 

Memang penyedia dompet kustodian sedang populer karena UI (User Interface) yang tinggi. Namun, penyedia dompet non-kustodian juga telah mengalami kesuksesan luar biasa dan generasi berikutnya akan lebih mudah bagi pengguna sehingga mengganti kunci alfanumerik (alphanumeric key). Apa pun yang pengguna ingin terlibat didalamnya, pastikan telah melakukan uji kelayakan (due diligence) terlebih dahulu. 

Post a Comment for "Perbedaan Dompet Kustodian dengan Non-Kustodian pada Aset Digital"