Belajar Tarawih yang Benar di Bulan Ramadhan dan Dalil Shalat Tarawih Formasi 4-4-3

Ibadah bulan Ramadhan yang rutin dilaksanakan salah satunya adalah tarawih. Tarawih merupakan istilah penyebutan qiamu lail atau tahajjud. Shalat tarawih saat di bulan ramadhan secara umum dilaksanakan setelah ba’da shalat Isya’. Ada yang di dahulukan dengan kultum, ada juga yang langsung lanjut tarawih seusai shalat Isya’.

Pelaksanaan tarawih di waktu selepas Isya’ tidak seperti halnya melaksanakan Tahajjud. Dengan pertimbangan, jika tarawihnya lebih awal maka lebih mudah melaksanakannya dan lebih semangat saat berjama’ah mengerjakannya. Tarawih menjadi latihan agar terbiasa untuk shalat malam, yang pada bulan-bulan lainnya agaknya sulit melaksanakannya.

Baca juga: Beberapa Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan

Moment tarawih terbilang setahun sekali saat bulan Ramadhan, masjid-masjid pun ramai apalagi di 10 hari pertama. Dari anak-anak sampai yang sepuh pada datang ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih. 

Belajar tarawih yang benar di bulan Ramadhan sangat penting supaya lebih khusuk menjalankannya. Di Indonesia, ada beragam pelaksanaan tarawih dan witir dengan jumlah yang berbeda dan dengan formasi yang juga berbeda. Ada yang melaksanakan 21 rakaat, dengan formasi 2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-1, ada yang 11 rakaat dengan formasi 2-2-2-2-3, dana ada juga yang 11 rakaat dengan formasi 4-4-3.

Formasi untuk tarawih atau sholat lail di bulan Ramadhan berbeda dengan formasi di bulan-bulan lainnya. Pada bulan-bulan selain Ramadhan, pelaksanaan sholat malam/tahajjud dikerjakan dengan formasi 2 rakaat salam 2 rakaat salam. Berdasarkan hadist nabi Muhammad tentang tarawih 2 rakaat salam;

sholatul lail masna masna

“Shalat malam itu dua raka’at dua raka’at”

(HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749)

Pada hadist tersebut menunjukkan bahwa;

  • Secara umum, sholat malam dikerjakan dengan formasi 2 raka’at salam
  • Bila melaksanakan shalat malam/qiamu lail/tahajjud/tarawih diluar bulan Ramadhan minimal 4 raka’at dengan formasi 2-2 yang kemudian pada waktu yang mepet bisa ditutup dengan 1 raka’at witir. 2-2-1 menunjukkan jumlah minimal pelaksanaan shalat malam

Shalat tarawih di bulan ramadhan itu bersifat khas, yang formasi pelaksanaannya adalah 4-4-3. Berikut dalil shalat tarawih formasi 4-4-3, riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a.

dalil tarawih formasi 4-4-3

Dari Abu Salamah Ibn ‘Abd ar-Rahman (diriwayatkan) bahwa ia bertanya kepada Aisyah mengenai bagaimana shalat Rasulullah saw di bulan Ramadhan, Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan sholat sunat di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 rakaat. Beliau shalat 4 rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi 4 rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dari tersebut tergambarkan bahwa sholat tarawih di bulan Ramadhan sifatnya khusus, perhatikan;

  • Muncul pertanyaan dari Abu Salamah yang menanyakan perihal pelaksanaan shalat Rasulullah di bulan Ramadhan. Ini jelas menunjukkan shalat tarawih di bulan Ramadhan berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Jika nabi melaksanakan shalat lain seperti bulan-bulan biasa lainnya, kenapa harus dipertanyakan perihal pelaksanaanya di bulan Ramadhan.
  • Tarawih di bulan Ramadhan tidak lebih dari 11 raka’at.
  • Formasi yang digunakan adalah 4-4-3, dengan 4 rakaat sekali salam 4 rakaat sekali salam dan witir 3 rakaat sekali salam.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alqur’an pada malam Lailatul Qadar (malam yang lebih baik dari 1.000 bulan atau bahkan lebih dari 1.000 bulan), serta segala amalan dilipatgandakan. Sehingga, pelaksanaan tarawihnya juga secara khas dilaksakan spesial untuk di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan juga sebagai latihan menempa keimanan menuju gelar Taqwa. 

Baca juga: Do’a Dan Cara Berbuka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah

Formasi dengan 4 rakaat salam lebih berat dikerjakan daripada 2 rakaat salam. Sehingga nantinya pada bulan-bulan yang lainnya pelaksanaan shalat malam lebih mudah untuk dirutinkan. Segala ilmu milik Allah swt saja, mudah-mudahan artikel singkat ini bermanfaat bagi pembaca. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.