Cara cepat kaya menurut islam yang terbukti sukses bagi yang menjalankan bisnis halal dan baik

Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk menjadi orang kaya, karena dengan harta melimpah memudahkan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Menjadi kaya memudahkan untuk bersedekah, infaq ataupun zakat. Banyak hal didalam Islam yang bersangkutan dalam ibadah yang membutuhkan uang, misalnya bangun masjid, memberi makan anak yatim, berhaji, dan lain sebagainya.

Baca juga: Inilah Alasan Orang Islam Wajib Kaya Dan Menghindari Kemiskinan

Jika Islam menyuruh kaum muslimin dan muslimah agar menjadi kaya, tentu sebenarnya Islam pun memberikan caranya untuk menjadi kaya tersebut yang halal lagi baik. Yang penting cara tersebut dapat diamalkan dengan baik, maka akan terbukti sukses yang tidak hanya untuk tujuan dunia semata, tapi berimbas sampai di kehidupan akhirat.

cara cepat kaya menurut islam yang terbukti

Rezeki kekayaan bukan datang karena usaha seseorang semata, melainkan ada campur tangan Allah yang menentukan. Tidak perlu heran ada orang yang berkerja serasa main-main tapi gaji seriusan, sebaliknya kerja seriusan tapi gaji main-main. Semua orang bisa sukses menjadi kaya bagi yang mengamalkan cara-cara Islam. Cara cepat kaya menurut Islam yang terbukti sukses bagi yang mengamalkannya dengan tepat dan benar.

Salah peluang peluang besar cepat kaya adalah berdagang. Berdagang punya 9 pintu dari 10 pintu yang dikatakan oleh Nabi. Siapapun orangnya, jika berbisnis maka akan mendapatkan hasil yang tidak terbatas, selain itu berdagang menjadi sarana beribadah kepada Allah. Saat seseorang pedagang  melebihkan timbangannya, itu adalah sedekah baginya. Dapat pahalanya dan juga untungnya.

Menurut Islam cara cepat kaya itu dengan berbisnis. Bukan menjadi pegawai tetap yang gajinya juga tetap, atau bahkan menjadi seorang pejabat. Bukti konkret saja, dari data orang-orang terkaya di dunia ini semuanya adalah pebisnis, semuanya adalah pedagang. Orang terkaya seperti Bill Gates, Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Steve Jobs, mereka-mereka adalah pebisnis.

Memang berdagang jalan menuju sukses keuangan, namun Islam mengatur cara berdagang yang halal nan baik, yang juga pada dasarnya aturan Islam dalam berbisnis itu menjadi strategi ampuh meningkatkan hasil bisnis. Pada kesempatan ini mari kita simak, cara cepat kaya menurut islam yang terbukti sukses bagi yang menjalankan bisnis halal dan baik adalah sebagai berikut:

1. Mengambil Untung Sedikit, tapi Meningkatkan Kualitas Penjualan

Jenis produk dagangan cukup banyak, dari produk yang tidak tahan lama sampai produk tahan sangat lama hingga bertahun-tahun. Pada produk yang sifatnya sementara, misalnya buah dan sayuran maka penjualannya harus secepat mungkin agar habis produk dagangan tersebut. Caranya dengan mengambil untung sedikit dari harga modal. Untung sedikit ini berarti menjual di bawah harga pesaing dengan produk sejenis. 

Dengan meletakkan harga di bawah pesaing yang ada, ini memberi daya tarik kepada pembeli. Biasa ibu-ibu memang mencari harga termurah, dengan kualitas yang baik. Walau untung yang didapat sedikit, dilain sisi kuantitas penjualan semakin banyak. Dengan begitu, keuntungan yang didapat juga lumayan, bahkan mungkin bila dibandingkan dengan penjualan dengan untung banyak, masih kalah. Hitungannya kan jika untung penjualan besar tapi lakunya sedikit, maka hasilnya juga tidak seberapa. Malahan dengan kuantitas penjualan meningkat, perputaran barang semakin cepat, sehingga produk tidak tertumpuk karena kurang laku.

2. Kelola Hasil Bisnis dengan Bijaksana

Dua peran penting aktivitas bisnis adalah pendapatan dan pengeluaran. Saat pendapatan lebih besar dari pengeluaran, itulah profit. Rata-rata faktanya semua pedagang itu untung, namun tidak semua pedagang bisa mengelola hasil berdagangnya dengan bijak. Jika keuntungan dari bisnisnya digunakan untuk membeli keperluan-keperluan yang kurang produktif, beban yang harus ditanggung jadi tidak terpikirnya seperti penyusutan yang dialami peralatan, mesin ataupun kendaran.

Keuntungan yang diperoleh dari berdagang, sebagiannya wajib diinvestasikan sebagai cara bijak mengelola keuangan. Investasi juga bagian dari bisnis yang memperkerjakan aset, sehingga anda tidurpun bisa memperoleh pendapatan.

3. Berdagang sambil Bersedekah

Enaknya bisa berbisnis sambil bersedekah, tidak hanya dapat untungnya tapi juga pahala. Tidak hanya itu ternyata fakta membuktikan bersedekah membuka pintu-pintu rezeki yang tidak terduga. Orang yang suka bersedekah hartanya tidak menjadi berkurang, tapi malah bertambah. Itu pengakuan kebanyakan pelaku sedekah yang ceritanya sering diangkat ke publik.

Cara mudah berdagang sambil bersedekah yakni dengan cara menambah timbangan penjualan. Kalau ada yang beli 1 kg, tambahi menjadi 1,1 kg misalnya. Selain cara tersebut merupakan sedekah, ternyata hal itu akan membuat pelanggan menjadi sangat loyal. Mereka sangat senang membeli dan akan membeli produk yang sama ke tempat anda.

Selain itu, cara sedekah yang lain dengan memberikan produk yang tidak laku. Misalnya, pedagang buah jeruk. Tentu tidak semua jeruk yang dijualnya laku semua, pasti ada yang tersisa. Saat telah memperoleh keuntungan penjualan dan masih ada jeruk yang sisa. Jeruk sisa tersebut bisa disedekahkan kepada saudara, tetangga, atau anak-anak dipinggir jalan yang lagi meminta-minta.

Sedekah saat berdagang seharusnya menjadi strategi bisnisnya umat Islam. Berdagang bukan hanya soal kejujuran saja, tapi juga memerlukan kecerdasan bisnis. Bagaimana cara cerdas bisnis itu memberi manfaat ganda bagi si penjual maupun pembeli.

4. Menjalin Silaturahim

Nabi, mengatakan “barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka ber-silaturahim-lah”. (HR. Bukhari dan Muslim). Contoh paling sederhana saja ketika bertamu, paling kecil akan disediakan air putih atau teh. Itu merupakan bentuk rezeki dari menjalin tali silaturahim. 

Dalam bisnis, menjalin silaturahim akan memperbanyak relasi, meningkatkan ilmu, dan menjalin kerjasama bisnis. Kerjasama dapat membuat suatu bisnis lebih cepat sukses, daripada berdagang sendiri-sendiri. Bisnis-bisnis besar itu tidak hanya dibangun oleh satu orang saja, tapi beberapa orang. Namun, biasanya yang sangat dikenal itu satu orang saja, atau orang yang paling top-nya. 

Manusia itu punya magnet rezeki, semakin banyak magnetnya berarti peluang rezekinya semakin sangat besar. Jangan berpikir kalau bisnis dikelola beberapa orang, nanti sulit bagi-baginya. Disinilah perlu keimanan yang kuat sebagai komitmen dalam menjalankan bisnis. Nabi sudah mengajarkan keadilan, kejujuran, amanah, profesionalitas, dan juga kecerdasan dalam berbisnis.

5. Memohon kepada Allah swt.

Ingatlah bahwa sumber rezeki itu datangnya dari Allah swt. Berbisnis itu hanyalah sebuah alasan agar Allah swt memberikan rezekinya. Oleh karena itu, selalu memohon hanya kepada Allah swt saja supaya memperoleh petunjuk didalam menjalankan bisnis yang benar, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Baca juga: Perintah Sedekah sebagai Isyarat kepada Umat Islam untuk Mengusai Dunia

Semua makhluk sudah punya rezekinya masing-masing sebagai ketetapan dari Allah swt. Selain dari rezeki yang telah ditetapkan itu, seseorang bisa memperoleh rezeki tambahan melalui aktivitas bisnis. Perbanyak doa dan istighfar maupun ibadah sebagai sarana agar Allah melimpahkan rezeki yang banyak dan dengan rezeki tersebut mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.