Sekjen Mui Tegaskan Pernikahan Beda Agama Stafsus Jokowi Tidak Sah dan Simak 7 Fakta Pernikahan Beda Agama Ayu Kartika Dewi, Sosok Suami hingga Kritik

Lagi-lagi masyarakat muslim Indonesia di sajikan dengan perlakuan non-agamais yang menikah beda agama, biasanya terjadi antara yang beragama Islam dengan Kristen, apakah pria Islam dengan wanita Kristen atau pria Kristen dengan wanita Islam. 

nikah beda agama tidak sah menurut mui

Masih wajar jika praktek-praktek nikah beda agama tersebut dilakukan oleh awam dalam agama, tidak demikian bahkan praktek nikah beda agama juga dilakukan oleh Stafsus Presiden. Itu bisa menjadi tindakan kejahatan terhadap agama, karena telah mencampurkan perkara batil yang dilarang, apalagi menurut hukum Islam.

Staf khusus presiden / Stafsus adalah lembaga non struktural yang tugasnya memperlancar pelaksanaan tugas Presiden RI, diluar dari pada tugas yang telah diamanahkan kepada menteri atau lembaga pemerintahan lainnya. Sehingga, dengan jabatan yang luar biasa tersebut, sungguh tidak pantaslah mencontohkan pernikahan beda agama yang perbuatan itu akan mendatangkan murka Tuhan.

Pernikahan beda agama stafsus presiden ini ternyata dan lucunya tidak semua muslim kontra dengannya. Ada juga yang menganggap pernikahan stafsus presiden tersebut menukil nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya sangat diperhatikan untuk saat ini. Terutama karena ada hal-hal yang sensitif supaya mendorong nilai-nilai persatuan dikehidupan yang penuh dengan kemajemukan.

Stafsus nikah beda agama pun telah ditanggapi oleh MUI. Sekjen MUI tegaskan pernikahan beda agama stafsus Jokowi tidak sah. Mungkin, masih ada saja yang mendebat bahwa di Alqur’an memperbolehkan seorang muslim atau muslimah menikah dengan ahli kita dari Yahudi ataupun Nasrani. Masih ada kaum muslim yang tidak faham sehingga menimbulkan perdebatan perbedaan tafsir terkait ahli kitab tersebut.

Padahal sudah sangat jelas bahwa ahli kita yang dimaksud di dalam Alqur’an merujuk kepada seseorang yang menyembah Allah SWT, tapi berbeda syariatnya. Artinya, yang disebut dengan ahli kitab itu yang iman-nya kepada Allah SWT semata, namun masih belum menjalankan syariat Islam. Sederhananya, Islam memperbolehkan menikah dengan ahli kitab pada prinsip karena masih dalam satu aqidah, berkenaan dengan syariat tentu saja salah satu pasangan akan menundukkan diri kepada Islam, sebab jika ia menyembah Allah pasti akan patuh dengan perintah Allah untuk bisa menjalankan syariat Islam. 

Jadi harus clear terlebih dahulu tentang maksud ahli kitab di dalam Alqur’an sehingga tidak rancu lagi saat melihat pernikahan beda agama yang sedang marak dilakukan saat ini. Sangat jelas, nikah seorang muslim dengan musyrikin tidak sah didalam Islam. Dan pasti, yang nikah beda agama saat ini juga meyakini Tuhan yang berbeda pula, beda halnya dengan ahli kitab yang dimaksud.

Bukanlah perkara kemanusiaan atau persoalan cinta yang ditunjukkan dari praktek nikah beda agama, melainkan perlakukan tidak bermoral bahkan kepada Tuhan yang telah menciptakannya, yang telah memberikannya cinta kasih terhadap lawan jenis, namun menantang Tuhan dengan melanggar syariatnya. Jika mikir!!! Nikah beda agama yang katanya didasari dengan cinta, kenapa tidak sekalian saja pindah agama. Jika cinta seseorang yang beda agamanya, maka silahkan untuk membuktikan cinta itu dengan menjadi murtad atau muallaf.

Dari kejadian nikah beda agama tersebut, tenyata inilah 7 fakta pernikahan beda agama Ayu Kartika Dewi, sosok suami hingga kritik. 

1. Sosok Ayu Kartika Dewi adalah seorang yang memiliki prestasi dengan gelas MBA. Ia lahir di Banjarmasin tanggal 27 April 1983. SMP-nya di SMPN 1 Balikpapan dan melanjut ke SMAN 5 Surabaya. Lalu lanjut S1 di Universitas Airlangga Manajemen Fakultas Ekonomi. Karena ia cerdas, Ayu di tugas akhirnya terpilih sebagai Student Grant dari Asian Development Bank. Selama 2 tahun berturut-turut, Ayu mendapatkan peringkat 1 FE UNAIR. 

Ayu pun melanjutkan S2-nya di University Fuqua School of Business, di Amerika Serikat. Kemudian setelah selesai mendapatkan gelar MBA, kini diangkat sebagai stafsus presiden RI yang sebelumnya juga pernah selama 3 tahun berkarir di Singapura dan juga menjadi konsultan.

2. Sedang menjabat sebagai stafsus presiden RI. Di tahun 2019, Ayu diangkat sebagai Staf Khusus Presiden RI, Bapak Joko Widodo. Pada tahun 2015 sampai 2017, Ayu juga pernah menjadi Staf Khusus Gubernur Jakarta, Bapak Ahok. Sebagai stafsus yang masuk gugus ketiga, Ayu menjadi sahabat diskusi Presiden.

3. Menjadi penggagas gerakan Sabang Merauke 2013 yang merupakan program silang pelajar antar daerah yang ada di Indonesia. Ia juga pernah tergabung dengan Gerakan Indonesia Mengajar yang diusung oleh Bapak Anies Baswedan.

4. Mensyaratkan calon suami untuk bisa lulus di 100 kriteria yang diunggah melalui Instagramnya. Dan yang telah menjadi suaminya saat ini dikonfirmasi telah memenuhi 97 kriteria, jadi ada 3 kriteria yang belum ada, yakni: berkulit hitam, suka dengan serial F.R.I.E.D.S, dan bisa nyupir. Namun, 3 kriteria yang belum terpenuhi tidak terlalu urgen dan menjadi penghalang Ayu untuk melanjut ke jenjang pernikahan.

5. Diunggahan Instagramnya, secara singkat diceritakan bahwa mereka berdua telah berpacaran selama 2 tahun sebelum memutuskan untuk menikah beda agama. Diketahui Ayu beragama Islam sedangkan Co-Founder Kok Bisa, Gerald Bastian beragama Katolik.

6. Melangsungkan pernikahan dan pemberkatan pada tanggal 18 Maret 2022. Pernikahan dengan cara Islam digelar di Hotel Borobudur, sedangkan pemberkatannya dilaksanakan di Gereja Katedral oleh Uskup KAJ, Ignatius Suharyo.

7. Kedua mempelai Ayu Kartika Dewi dengan Gerald Bastian tidak menerima hadiah dari pada undangan, tapi menggelar donasi untuk disumbangkan. 

Ada sebuah pertanyaan besar, apakah kita hidup menjadi kekasih Tuhan atau musuh Tuhan? Nikah beda agama itu jelas menunjukkan perilaku seorang musuh Tuhan. Kita semua boleh mencintai siapapun, tapi aturan Islam di atas segalanya. Karena apa yang diperjuangkan di dunia ini menjadi abadi di alam Tuhan. Jadi, jangan sampai mati-matian memperjuangan sesuatu, tapi sia-sia dihadapan Tuhan.

Tentulah pernikahan ini banyak dikritik dan aneh sekali sebenarnya, dari 100 kriteria kenapa Ayu tidak mencantumkan agama. Padahal agama menjadi faktor terpentingnya di dalam Islam di dalam memilih calon suami. Tegas dari fatwa MUI bahwa nikah beda agama di Indonesia tidak sah secara agama dan negara, serta termasuk dalam perbuatan zina. Pihak pemerintah dalam hal ini juga harus tegas dan jangan sediakan ruang untuk mereka-mereka penghianat Tuhan yang menjadikan syariat sebagai permainan belaka, terutama dalam persoalan sakral pernikahan yang menyatukan 2 insan menuju sakinah mawaddah warahmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.