Kultum Ramadhan 2022 tentang Iman yang Kokoh

Saat berada di bulan Ramadhan, biasanya akan ada pembagian jadwal petugas kultum (kuliah 7 menit). Mungkin anda salah satu petugas kultum yang terpilih. Sebagai penceramah hal yang paling penting adalah persiapan materi. Materi yang matang akan memberikan perasaan PD dihadapan para jama’ah.
Nah, berikut ini kultum ramadhan 2022 tentang iman yang kokoh, yang bisa anda jadikan sebagai referensi sebagai bahan kultum. Apalagi yang masih bingung mau membawakan materi apa atau yang belum sama sekali mencari materi kultumnya.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, kita sampaikan rasa syukur sedalam-dalamnya kepada Allah swt. Allahumma sholli ‘ala muhammad, marilah kita senantiasa bersalawat kepada Rasulullah Muhammad saw.
Jama’ah tarawih rahimakumullah, bapak ibu, saudara-saudari yang berbahagia. Pada kultum kali ini, saya akan menyampaikan tentang iman yang kokoh. Ada 2 kisah yang berkaitan dengan keimanan yang akan disampaikan untuk dijadikan sebuah pelajaran bagi iman kita jama’ah sekalian.
Kisah 1, Fir’aun-nya di jaman nabi Musa as. Fir’aun ini adalah seorang raja yang menguasai mesir, seorang yang kaya raya, dan itu pantas saja karena Ia seorang raja. Hebatnya lagi, saat berperang Dialah yang memimpin pasukannya, didepan para tentaranya, musuh-musuhnya pun luluk lantak dibuatnya. Pembesar-pembesar atau orang-orang yang tunduk patuh, mereka makmur-makmur. Nah, yang pada masa itu yang menjadi budaknya adalah dari kalangan bani Israil, atau saat ini kebanyakan orang menyebutnya bangsa Yahudi.
Luar biasanya lagi, semasa hidupnya Fir’aun ini tidak pernah sakit. Bahkan saat kecil, ingusan pun Ia tidak pernah. Tidak seperti anak-anak kita di masa kecilnya mengalami ingusan atau pilex. Sakti betul memang Fir’aun ini!, punya tubuh kuat dan sehat.
Kehebatannya tersebut, yang sesungguhnya merupakan karunia dari Allah, membuatnya berlaku sombong dan sewenang-wenang memperlakukan manusia, menzholimi bahkan membunuh mereka-mereka yang tidak patuh kepadanya.
Suatu ketika, Ia mengumpulkan para pembesar-pembesarnya dan rakyatnya. Di dalam surat An-Nazi’at ayat 23 disebutkan;
surat an naziat ayat 23
“Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya”
Fir’aun pun berkata; pada lanjutan ayat ke 24-nya;
surat an naziat ayat 24
Fir’aun berkata “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”
Saat Fir’aun berkata “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”. Iblis, rajanya setan pun kaget mendengarnya. Ia sangat terkejut karena ada seorang manusia yang mengaku dirinya Tuhan. Karena, sesungguhnya Iblis pun tahu, Allah lah yang menciptakannya dan Allah lah Tuhan-nya.
Karena perilaku Fir’aun ini sudah melampaui batas, perbuatannya sudah keterlaluan. Allah menyuruh Musa as untuk menasehatinya dengan lemah lembut. Tapi, Fir’aun menolak seruan dari Nabi Allah tersebut. Nah, inilah kisah pertama yang terkait dengan iman.
Selanjutnya, kisah ummatnya nabi Musa as, yang telah Allah selamatkan mereka dari pembunuhan dan pembantaian yang akan dilakukan oleh Fir’aun beserta bala tentaranya. Allah membelahkan laut untuk nabi Musa dan kaumnya menyeberang, lalu selamatlah meraka.
Dan untuk memenuhi kebutuhan para kaumnya, nabi Musa pun ber-Do’a, berMunajat kepada Allah swt. Di surat Al-Baqarah ayat ke 57:
surat al baqarah ayat 57
Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa“.
Manna, yaitu madu / makanan yang berada di udara dan Salwa, makanan dari jenis-jenis burung. Ketika mereka terbangun dari tidur malam, sudah tersedia roti, madu dan daging burung. Nikmat yang begitu besar ini, bukan membuat iman mereka bertambah, malah jadi kurang ajar. Kepada nabi Musa as, dikatakan “wahai Musa, sampaikanlah kepada Tuhan-mu untuk tidak hanya memberikan madu dan daging burung saja. Datangkanlah juga buah-buahan, dan sayur-mayurnya. Nah, ini kisah ke-2 terkait dengan keimanan.
Bapak Ibu, saudara-saudari yang dirahmati Allah. Kembali kepada diri kita! Kadang kita sering membayangkan atau sebut saja orang sering membayangkan. Jikalau Allah memberikan harta melimpah, jabatan dan kekuasaan yang tinggi, maka dia berpikir itu akan meningkatkan imannya kepada Allah, semakin banyak ibadah yang Ia kerjakan.
Dari kisah yang pertama, Fir’aun itu orang yang kaya dan punya jabatan yang tinggi. Namun, nikmat tersebut tidak menambah imannya, bahkan Ia pun menolak keras kebenaran yang disampaikan oleh nabi Musa as.
Yang ke-2, mungkin juga sering berpikir dan membayangkan, bahwa kesibukan mencari uang, bekerja sepanjang hari yang membuat lelah, itu semua menjadi hambatan, menjadi kendala untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kisah ke-2 dari kaumnya nabi Musa, yang bahkan difasilitasi kebutuhan hidupnya dan mereka pula punya banyak waktu yang bisa digunakan untuk meningkatkan iman dan beribadah kepada Allah, ternyata tidak juga mereka imannya menjadi kokoh, malahan ada yang ingkar kepada Allah.
Jama’ah sekalian, janganlah kita membuat syarat kepada Allah dengan membayangkan kalau nanti aku kaya, kalau nanti punya jabatan, barulah beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Atau jika dapat kerja yang punya banyak waktu luang, waktu tersebut digunakan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.
Jadi pada intinya, kita harus mengikis bayangan-bayangan yang ada. Jadi apapun jabatan kita, seberapun harta yang kita miliki, sesibuk atau selonggar apapun waktu kita, kita wajib tetap untuk memperkokoh iman kepada Allah. Jadi tidak harus kaya dulu baru beriman atau harus harus dimiskinkan dulu baru beriman.
Apapun kondisi kita saat ini, tetaplah terus beriman. Syukur bila Allah menambah nikmatnya, lalu dengan itu membuat kita semakin memperkokoh keimanan. Mari kita jadikan momen Ramadhan ini sebagai waktu memperkokoh keimanan kita, karena sungguh tidak mungkin bisa mencapai gelar ketaqwaan tanpa sebuah keimanan.
Sekian kultum yang bisa disampaikan, semoga ada manfaatnya. Fa’tabiru ya ulil albab, la’allakum tuflihun. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Itulah isi kultum Ramadhan 2022 yang bisa menjadi bahan materi bagi sahabat yang sedang menjadi petugas kultum. Anda juga bisa meng-improvisasi dari isinya agar lebih mengena kepada para jama’ah.
BACA JUGA :  Doa Berhubungan Suami Istri Sunnah yang Shahih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *